RADAR JOGJA - Bakal calon bupati Akhmad Basuki meninggal di usianya yang menginjak 58 tahun. Sosok yang digadang-gadang membawa angin segar bagi Kulon Progo ini, dikabarkan menjadi poros ketiga pada bursa Pilkada 2024. Namun dengan wafatnya Basuki, poros ketiga terpaksa berubah.
Ketua DPD PAN Kulon Progo Muhtahrom menyebut, Basuki telah mengantongi surat dari DPP PAN. Bersamaan dengan itu, Basuki menjadi tempat berkumpulnya PKB, Golkar, dan PAN.
Ketiga partai ini direncanakan akan menjadi poros ketiga, bersaing dengan Novida Kartika Hadi, dan Marija. "Kami segera berkordinasi dengan PKB dan Golkar," ucapnya Jumat (16/8).
Berpulangnya Basuki, memaksa PAN kembali menggodog nama bakal calon yang akan diusungnya. Terutama berkomunikasi dengan DPP PAN, untuk mengajukan nama lain.
Kendati begitu, pihaknya tetap optimistis dapat menyiapkan calon pengganti Basuki. Hasilnya diperkirakan keluar setelah 2-3 hari ke depan.
Meninggalnya Basuki pun dikonfirmasi oleh teman dekatnya yang namanya tak ingin dikorankan. "Mas, Pak Bas (sapaan akrab) Sedo," ucapnya kepada Radar Jogja Kamis (15/8) malam.
Jenazah Basuki disebutkan masih berada di PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman sekitar pukul 23.21. Jenazahnya sempat disalatkan di Masjid Baitul Amal, Pundak Kidul, Kembang. Kemudian dimakamkan di Cilegon, Banten. (gas/eno)
Editor : Satria Pradika