Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Dibuang, Siswa SDN Kalisonggo, Kulon Progo Ajarkan Siswanya Olah Sampah Jadi Hiasan hingga Eco-enzym

Anom Bagaskoro • Rabu, 14 Agustus 2024 | 04:50 WIB

 

PENINJAUAN: Pj Bupati Kulon Progo ketika meninjau SDN Kalisonggo.
PENINJAUAN: Pj Bupati Kulon Progo ketika meninjau SDN Kalisonggo.

KULON PROGO - SDN Kalisonggo yang terletak di Padukuhan Kalisonggo, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo tak hanya mengajarkan pendidikan formal ke siswanya. Namun, juga mengajarkan tentang pengolahan sampah menjadi berbagai produk. Sehingga, siswanya memiliki keterampilan dalam memanfaatkan sampah yang sering disepelekan.

"Kami sudah menjalankan kegiatan pengolahan sampah sejak tiga tahun lalu," ucap Kepala Sekolah SDN Kalisonggo Rumiyati, Selasa (13/8).

Rumiyati menjelaskan, pengolahan sampah di sekolahnya sidah menjadi salah satau ekstrakulikuler sejak beberapa tahun lalu. Berawal dari program gropyok sampah, sekolah ini mulai menarik minat pada pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Awalnya program gropyok sampah, dilakukan untuk mengumpulkan sampah di sekitaran sekolah yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah termasuk siswa. Namun, ketika melihat banyaknya sampah yang dikumpulkan membuat kepeduliannya tergerak.

Semenjak itu, sekolah mulai menggagas program pengolah sampah. Awalnya guru membawa berbagai sampah rumah tangga ke sekolah. Kemudian sampah tersebut diolah dihadapan siswa, untuk memberikan contoh bagaimana mengolah sampah. "Waktu itu kami langsung mengajarkan pengolahan sampah organik dan anorganik," ucapnya.

Ternyata melihat pengolahan sampah, siswa mulai tertarik untuk mempraktekannya. Siswa yang dibimbing guru mulai membuat berbagai macam produk olahan dari sampah rumah tangga. Bahkan siswa juga membawa sampah anorganik ke sekolah untuk diolah ketika kegiatan ekstrakulikuler.

Hingga saat ini terdapat 40 jenis produk yang diolah dari sampah organik maupun anorganik. Untuk sampah organik seperti plastik, dibuat menjadi produk pot bunga, keranjang, miniatur bunga, hingga ornamen penghias rumah.

Untuk sampah organik, siswa mengolah menjadi pupuk organik, eco enzym, hingga eco print. Bahkan batik dengan menggunakan eco print sampah seperti buatan pabrik yang layak diperjualbelikan. "Tujuan kami juga membekali siswa dengan keterampilan yang mungkin di kemudian hari dapat dikembangkan," ujarnya.

Guru yang akrab dipanggil rumi ini menyampaikan, sekolahnya sengaja membekali siswa dengan keterampilan. Harapannya melalui keterampilan mengolah sampah sejak dini dapat diaplikasikan dikemudian hari. Terlebih saat ini, industri pengolahan sampah tengah berkembang. Sehingga dapat menjadi peluang bila dikembangkan.

Berkat dedikasi sekolah dalam mengolah sampah, SDN Kalisonggo dijadikan sebagai pilot project program Sekolah Lingkungan Kulon Progo (Sekilanku). Program yang digagas Disdikpora Kulon Progo menghadirkan perwujudan sekolah yang ideal dalam keberlanjutan lingkungan.

Bahkan sekolah ini sempat menarik perhatian Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi, yang beberapa waktu lalu mengunjungi SDN Kalisonggo. Dalam kunjungannya, Siwi mengapresiasi langkah pengolahan sampah yang dilakukan sekolah."Produknya bagus, ada beberapa produk yang memang sudah layak dipasarkan," ucap Siwi.

Siwi menjelaskan, SDN Kalisonggo telah menerapkan sekolah yang peduli dengan lingkungan. Didasari pada pengolahan sampah yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Sehingga, tindakan itu perlu diapresiasi. (gas)

Editor : Satria Pradika
#Pengolahan Sampah #SDN Kalisonggo #pupuk organik #eco-enzym