RADAR JOGJA - Suasana berbeda menghias Jalan Cerme-Demangan, Padukuhan Pleret, Panjatan, Kulon Progo sejak beberapa hari lalu. Lantaran, munculnya banner berisi sindiran masyarakat akibat rusaknya jalan kabupaten ini.
Pantauan Radar Jogja, kalimat sarkasme tersebut berupa "Pastikan!! Kendaraan Anda Bisa Terbang Melewati Jalan ini". Ada pula soal "Pajak Lancar Dalane Ambyar".
Menanggapi hal ini, warga setempat Sutapa menyebut, banner tersebut merupakan cerminan dari kerusakan jalan. Kondisi jalan yang rusak, sudah terjadi selama 10 tahun terakhir.
Pria yang rumahnya tepat berada di Jalan Cerme-Demangan ini menyebut, selama itu pula perbaikan tak pernah dilakukan. Padahal, jalan tidak hanya berlubang. Namun juga ambles dan tidak rata.
Selain jalan tak layak dilewati, imbas kerusakan juga terlihat pada polusi udara. Sebab jalan yang awalnya berbentuk aspal ini, justru kini berubah menjadi pasir dan tanah. Sehingga menimbulkan polutan berupa debu, yang tak baik dihirup manusia. "Anak saya pernah jatuh, karena jalannya rusak," keluhnya Minggu (4/8).
Sutapa menuturkan, kerusakan berdampak pada lalu lintas masyarakat. Beberapa kali kejadian kecelakaan terjadi akibat pengguna jalan tak bisa menghindari lubang. Padahal setiap harinya jalan ini selalu dilewati ratusan kendaraan. Terutama saat pagi hari, aktivitas pengendara cenderung meningkat. Lantaran, jalan ini merupakan penghubung dua kapanewon dan puluhan kalurahan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama mengaku, dinasnya kini tak bisa berbuat banyak. Lantaran, di tahun ini Jalan Cerme-Demangan tak masuk dalam agenda perbaikan jalan. "Setiap tahun kami usulkan (jalur ini, Red) untuk dilakukan perbaikan, tetapi tidak terealisasi," ucap Gigih.
Menurutnya, tidak terealisasinya perbaikan jalan karena anggaran perbaikan dari APBD yang tak menjadi prioritas. Meski demikian, dinasnya juga sempat mengusulkan perbaikan melalui jalur Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Instruksi Presiden (Inpres). Namun, usulannya juga tak terealisasi. Menurutnya, justru realisasi perbaikan bukan berada pada jalan, tetapi pembangunan talut penahan tanah. Baca Juga: Jalan Rusak Tak Kunjung Dibenahi, Warga Minomartani Sleman Protes dan Pasang Banner Sindiran"Tahun ini dan sebelumnya kami usulkan melalui DAK dan Inpres," ucapnya.
Terkait protes berupa pemasangan banner, pihaknya memaklumi respons masyarakat atas kerusakan jalan. Pihaknya juga telah berupaya sebaik mungkin untuk mengusulkan perbaikan jalan. Bahkan setiap tahunnya selalu melakukan pengecekan jalan tersebut.
Gigih menyampaikan, kondisi Jalan Cerme-Demangan berada dalam kondisi rusak berat. Sehingga untuk perbaikan tak bisa hanya dilakukan penambalan, melainkan harus melakukan peremajaan. "Perkiraan biaya sekitar Rp 15 miliar, untuk kerusakan jalan sepanjang tiga kilometer," ujarnya. (gas/eno)
Editor : Satria Pradika