RADAR JOGJA - Optimisme Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) terpampang usai capaian PBB P2 Semester pertama tembus diangka 50 persen. Bila dibandingkan tahun sebelumnya capaian ini naik 10 persen. Hal inilah yang membuat BKAD cukup optimis untuk mencapai target pajak.
"Sampai Juni ini ada 57 persen yang sudah membayar pajak," ucap Kepala BKAD Taufiq Amrullah, usai acara gebyar taat pajak, Rabu (24/7).
Taufiq menuturkan, dibanding tahun sebelumnya capaian pajak cenderung mengalami peningkatan. Lantaran, di Juni tahun-tahun sebelumnya capaian hanya berkisar di 40 persen. Tentunya hal ini, disambut baik oleh pihaknya.
Baca Juga: Kesempatan Atlet E-sport Sleman Tampil, Sembada E-sport Gelar Turnamen Mobile Legends
Beberapa kalurahan bahkan terhitung telah melunasi PBB P2. Terdapat lima kalurahan yang telah mencapai target 100 persen pembayaran PBB P2. Sehingga, pihaknya bisa mengejar target sisa yang belum membayar.
"Yang belum membayar, biasanya akan membayar di akhir-akhir tahun," ucapnya.
Taufik menyampaikan, kenaikan capaian pajak di semester pertama ini diklaim karena program dan sosialisasi yang tengah di jalankan BKAD. BKAD rutin melakukan sosialisasi ketaatan pajak, dan msayarakat diberikan kesempatan untuk mendapat reward melalui undian.
Selain itu, BKAD juga mengoptimalkan jemput bola pembayaran pajak. Tujuannya memfasilitasi pembayaran pajak bagi masyarakat yang kesulitan akses. Program ini menyasar wilayah padukuhan, yang minim akses.
Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Paliyan Gunungkidul, Dendam Kesumat Berujung Maut
Baca Juga: Dugaan Kasus Pelecehan Seksual Menimpa 10 Anak di Gunungkidul, Polisi Nyatakan Tak Kejar Pelaku
Sementara itu, Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menjelaskan, upaya menggenjot pajak daerah terus digalakkan. Lantaran pajak daerah memiliki peran penting dalam pembangunan wilayah.
"Salah satunya pembangunan jalan yang dianggarkan dari APBD, dan pendaptannya dari pajak," ucapnya.
Siwi menuturkan, masyarakat yang taat membayar pajak, secara langsung ikut serta dalam pembangunan daerah. Tanpa dukungan masyarakat, pembangunan tak bisa berjalan konsisten. (gas)
Editor : Heru Pratomo