Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kelompok Relawan dan Ormas Kulon Progo Gelar FGD dan Konsolidasi Hadapi Kerawanan Pilkada 2024: Ancaman Non Militer di Depan Mata

Anom Bagaskoro • Rabu, 26 Juni 2024 | 16:43 WIB
KONSOLIDASI: Sapto Ongko menjelaskan perihal potensi ancaman non militer saat Pilkada 2024.
KONSOLIDASI: Sapto Ongko menjelaskan perihal potensi ancaman non militer saat Pilkada 2024.
 
KULON PROGO – Sebanyak 6 organisasi relawan dan ormas di Kulon Progo mengadakan Forum Grup Discussion (FGD), Selasa (25/6/224). 
 
Mereka membahas kerawanan serta ancaman non militer Pilkada 2024.
 
Yang mana pesta demokrasi ini akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat.
 
FGD diikuti kelompok relawan atau pun ormas di antaranya,RAB, Perisai, BMM, GPK, Nakula Sadewa, dan Garda Pati. 
 
Baca Juga: Ronald Koeman Murka Atas Kesalahan Yang Sangat Buruk Dalam Kekalahan Belanda Atas Austria
 
Diskusi juga diikuti sayap partai.
 
Ketua RAB Korda DIY Asep Susilo, menjelaskan, tak hanya diskusi konsolidasi antar ormas dan kelompok relawan turut dilakukan.
 
Saat pilkada kerawanan tergolong tinggi dan masyarakat acap kali bersumbu pendek, sehingga rawan gesekan.
 
"Akibat persaingan antar paslon saat Pilkada, ujar Asep, saat ditemui awak media, Selasa (25/6/2024).
 
Konsolidasikan penting untuk dapat bersinergi dalam mendinginkan suasana Pilkada 2024.
 
Selain itu mencegah potensi polarisasi pilkada.
 
Baca Juga: Roberto Martinez Berharap Para Pendukung Ronaldo Berhenti Memasuki Lapangan: Itu Berbahaya
 
Sapto Ongko salah satu narasumber dalam FGD menerangkan, potensi ancaman non militer saat pilkada bisa saja terjadi.  Yang mana ancaman ini dapat melalui berbagai segmen, baik sosial, ekonomi, bahkan politik.
 
Dalam dunia politik, ancaman non militer diibaratkan sebagai senjata yang efektif dalam memecah kehidupan sosial. 
 
Bentuk ancaman militer berupa polarisasi, politisasi identitas, disinformasi serta ujaran kebencian. 
 
Ancaman ini dapat mempengaruhi berbagai aspek, serta menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Nah bentingnya sinegi tersebut.
 
“Apalagi non militer lebih sulit dideteksi, terutama dimensi politik,” ucap Ongko.
 
Baca Juga: Mengenal Sosok Ngesti Berlianto, Mahasiswa UNY yang Terbantu dengan Adanya MSIB
 
Dosen Universitas Pertahanan ini menjelaskan, gelombang pilkada dapat disusupi ancaman non militer yang mampu memperlambat perkembangan daerah.
 
Lantaran, daerah memegang peran penting dalam mensukseskan dan menjalankan program nasional. 
 
"Sehingga dalam Pilkada 2024 nanti, sosok bupati dan wakil bupati terpilih harus didasari atas keinginan jernih masyarakat," lanjutnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#pilkada 2024 #konsolidasi #Politik #gesekan #Hadapi #ormas #Kulon Progo #relawan #FGD #ancaman #Non Militer #kelompok #masyarakat