RADAR JOGJA - Setelah Pandemi Covid-19, kegiatan kamisan yang menampung keluhan serta saran dari masyarakat tak berjalan. Kini Pemkab Kulon Progo kembali mengadakan kegiatan dengan tajuk yang sama, dengan kemasan Sapa Warga. Kegiatan ini dilangsungkan, di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo sejak pagi hari hingga siang hari.
"Kami aktifkan lagi kegiatan lama, dengan keluhan masyarakat lebih banyak ke infrastruktur," ucap Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi, saat ditemui Radar Jogja usai kegiatan Sapa Warga, Jumat (21/6).
Siwi menjelaskan, kegiatan yang dimaksudkan untuk menerima saran dan masukan bagi pemda ini mendapat antusias besar. Terbukti banyak saran dan masukan terkait pembangunan infrastruktur di Kulon Progo, pemberdayaan masyarakat, serta fenomena sosial di lingkungan bermasyarakat.
Menurutnya, secara substansi dalam membangun pemerintahan, pemda tak hanya melihat top down. Namun juga perlu memperhatikan bottom up dari masyarakat, dalam upaya peningkatan penyelenggaran pemerintahan berkualitas.
Masukan masyarakat yang berada di akar rumput justru menjadi peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Lantaran, masyarakat merupakan kelompok paling banyak terdampak atas pembangunan daerah serta, kebijakan yang ada. Sehingga input masyarakat diperlukan untuk menyempurnakan penyelenggaraan pemerintahan. "Masukan dan saran dari masyarakat sudah kami catat serta akan ditindaklanjuti," ucap Srie.
Siwimenjelaskan, masukan serta keluhan masyarakat akan segera ditindaklanjuti. Beberapa keluhan juga langsung dijawab dihadapan masyarakat langsung. Namun, Srie mengakui terdapat keluhan masyarakat yang tak bisa langsung terealisasi serta terjawab. Lantaran, pihaknya perlu melakukan kajian serta pengecekan.
Dirinya mencontohkan, perihal infrastruktur yang rusak di daerah Nanggulan. Yang mana jalan tersebut memiliki kerusakan yang harus dikaji. Apabila kerusakan di atas 90 persen pihaknya perlu perencanaan matang serta penganggaran di tahun selanjutnya.
Sementara itu, Nanang Timbul Santoso salah satu masyarakat asal Padukuhan Ngrojo, Kalurahan Kembang, Kapanewon Kembang menuturkan keluhannya berkaitan dengan infrastruktur. Dirinya menyampaikan rusaknya Jalan Bebek yang mana menghubungkan 3 Kalurahan dan menjadi jalan alternatif."Sudah banyak keluhan karena ada kecelakaan, terakhir kali ada yang membawa telur jatuh dan rusak semua," ucap Nanang. (gas/pra)