Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Enam Ratus Rumah Terdampak Bencana, Hanya Tiga Yang Dapat Stimulan

Anom Bagaskoro • Jumat, 21 Juni 2024 | 03:35 WIB

TERDAMPAK: Rumah salah satu warga terdampak longsor, namun tak mendapat stimulan.ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
TERDAMPAK: Rumah salah satu warga terdampak longsor, namun tak mendapat stimulan.ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
 


RADAR JOGJA - Sepanjang 2023 hingga awal 2024 data BPBD Kulon Progo terdapat sekitar 600 rumah terdampak bencana.

Di tahun ini sejumlah stimulan digelontorkan oleh Pemkab Kulon Progo guna merelokasi rumah yang terdampak bencana. Namun, dari 600 rumah hanya tiga rumah yang mendapat stimulan.


"Setelah dilakukan survei terdapat tiga rumah yang berhak mendapat stimulan," ucap Staf Bidang Perumahan dan Pemukiman DPUPKP Muhammad Nur, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Kamis (20/6).


Nur menjelaskan, stimulan yang digelontorkan oleh DPUPKP merupakan program untuk merelokasi rumah warga yang terdampak bencana, serta masuk kategori rawan. Stimulan dimaksudkan untuk mendorong masyarakat merelokasi rumahnya.


Di 2024, anggaran stimulan ini, berkisar Rp 35 juta per rumah. Yang mana jika dikalikan tiga rumah, anggaran berkisar Rp 105 juta. Pengajuan tiga rumah ini sebenarnya telah terjadi sejak 2023. Namun baru terealisasi di 2024. "Untuk kriteria rumah yang akan dibangun nanti ada batas minimalnya," ucap Nur.


Warga penerima stimulan perlu memastikan kriteria rumah baru yang akan dibangun. Di antaranya, lokasi bangunan berada di area aman, tanah milik pribadi, dan minimal rumah sehat tipe 36. Hal ini dipastikan agar rumah baru yang memperoleh stimulan tepat sasaran.


Nur menjelaskan, proses terpilihnya tiga rumah untuk mendapat stimulan bisa terjadi setelah melakukan survei. Yang mana rekomendasi rumah terdampak bencana serta rawan direkomendasikan oleh BPBD. Sedangkan DPUPKP melakukan survei dan penyaringan penerima stimulan.


Kepala Pelakaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi menjelaskan, pihaknya memberikan data rekomendasi rumah terdampak kepada DPUPKP. Sebelumnya DPUPKP meminta data tersebut. Setelah dilakukan pengecekan BPBD memperoleh data sekitar 600 rumah terdampak bencana.

"Data 600 rumah itu disaring oleh DPUPKP menjadi empat rumah, setelah itu disurvei," ucap Taufik.
Taufik menuturkan, banyak rumah terdampak bencana dan rawan bencana yang membutuhkan bantuan.

Namun, biasanya terkendala dengan masalah lahan relokasi yang aman. Sehingga tak bisa semerta-merta melakukan relokasi. (gas/pra)

Editor : Satria Pradika
#BPBD Kulon Progo #rumah #Pemkab Kulon Progo #terdampak longsor