RADAR JOGJA - Lomba gelar potensi desa wisata di Kulon Progo tengah berlangsung. Sejumlah desa wisata mengikuti lomba ini, dengan tema penilaian bertumpu pada promosi paket wisata yang ditawarkan desa wisata.
"Tema ke arah promosi desa wisata, dengan berbagai penilaiannya," ucap Dewan Juri Lomba Gelar Potensi Desa Wisata GKR Bendara, saat ditemui Radar Jogja usai penjurian Desa Wisata Hargotirto, Jumat malam (16/6).
GKR Bendara menjelaskan, penilaian dalam lomba berfokus pada pengemasan paket wisata dan diejawantahkan ke dalam promosi. Sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke desa wisata.
Perlombaan ini, melibatkan 26 desa wisata di Kulon Progo yang memakan waktu 26 hari kerja. Lantaran dewan juri akan mengunjungi desa wisata dan melihat langsung paket wisata yang dipaparkan.
Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, paket wisata yang dilombakan memiliki durasi enam jam dari yang sebelumnya 24 jam. Dalam perlombaan, desa wisata akan memaparkan paket wisata yang telah dikemas dalam berbagai bentuk promosi."Di tahun ini, memaksimalkan digitalisasi promosi juga dinilai," ucap GKR Bendara.
Selain perihal teknis lomba, GKR Bendara menekankan, desa wisata di Kulon Progo merupakan tulang punggung pariwisata nantinya. Lantaran wisata di era sekarang menitikberatkan kunjungan yang berbasis depth experience. Di mana Kulon Progo memiliki potensi besar dalam mengeruk ceruk pasar wisata pada segmen ini.
GKR Bendara menjelaskan, potensi ini harus dimanfaatkan dengan menggali potensi desa wisata yang kaya dengan kearifan lokal. Yang mana kearifan lokal dikemas dengan narasi, dan bisa disajikan sebagai paket wisata.
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Hargotirto Ali Subhan menjelaskan, Desa Wisata Hargotirto ikut serta dalam perlombaan dengan menyajikan beberapa paket wisata. Diantaranya paket wildness sadap nira, dan sajian ketenangan desa."Pengunjung bisa merasakan langsung menyadap nira langsung dari pohonnya," ucap Ali.
Ali menjelaskan, paket wisata tersebut merupakan hasil pembacaan tren minta pengunjung. Di mana banyak pengunjung yang ingin merasakan kehidupan pedesaan. Sekaligus merasakan aktivitas masyarakat desa.
Desa Hargotirto yang tekenal dengan olahan gula jawa, akhirnya mengemas aktivitas sadap nira menjafi paket wisata. Tak tanggung-tanggung pengunjung wisata ini hampir ratusan setiap tahun. Uniknya paket ini justru dinikmati kaum hawa. (gas/din)
Editor : Satria Pradika