RADAR JOGJA - Sejumlah pengelola destinasi wisata memanfaatkan momentum libur panjang akhir pekan untuk menarik jumlah pengunjung sebanyak-banyaknya. Contohnya seperti libur Hari Raya Waisak dan cuti bersama selama empat hari ini.
Salah satunya seperti terlihat di Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo. Sebuah acara bertajuk “Wisata Menoreh Menari” diadakan di Laguna Pantai Glagah, kemarin (25/5).
Acara tersebut menarik perhatian wisatawan yang tengah berkunjung ke Pantai Glagah. “Wisata Menoreh Menari”, memadukan suasana laguna yang asri ditambah lantunan musik dan tarian etnik. Ini menjadi paket komplit saat menikmati momen libur panjang.
"Sangat menarik, karena ada kombinasi dari sektor pariwisata dan budaya," ucap salah satu pengunjung Suheri di sela menyaksikan acara kemarin. Suheri yang berlatar belakang seniman ini menilai, kegiatan tersebut cukup menarik baginya. Tak hanya menyajikan pemandangan tempat wisata. Namun, memberikan sajian atraksi yang jarang ditemui. Itu diperkuat dengan suasana wisata laguna Glagah yang dikelilingi kanal air.
“Wisata Menoreh Menari” menampilkan tiga tarian dari tiga sanggar dari Kulon Progo. Tari pertama berupa tarian Angguk dari Sanggar Budaya Singlon. Kedua, tari Jaranan dari Sanggar Move Art Dance dan tari Tayub dari Sanggar Suka- Suka.
Ketiga tari itu menarik perhatian. Beberapa pengunjung diajak ikut serta dalam menari. Salah satunya, saat penampilan Tayub. Penari Tayub berjumlah delapan orang. Penari menarik tangan pengunjung dan mengikatkan selendang sebagai tanda ajakan menari bareng. Dalam waktu sekejap suasana menjadi meriah. Banyak pengunjung yang ikut menari. "Harapannya bisa konsisten dilakukan karena atraksi di wisata cukup bagus," ucap Suheri.
Sekjen Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Agus Budi Rahmanto mengapresiasi kegiatan Wisata Menoreh Menari tersebut. Menurut dia, tren kunjungan wisata akan bergeser seiring berubahnya zaman.
“ Perilaku wisatawan cenderung berada pada titik jenuh. Wisatawan bukan sekadar melihat tempat wisata. Tapi pengalaman yang didapat usai mengunjungi destinasi wisata,” cerita Agus.
Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata DIJ Satya Bilal menilai, Wisata Menoreh Menari merupakan sinerg menguatkan antarsektor pariwisata. Tujuannya dalam rangka mewujudkan iklim pariwisata yang baik. "Ini langkah awal mewujudkan kolaborasi lintas sektor. Terutama dengan kelompok sadar wisata atau pokdarwis," ucap Satya.
Sektor pariwisata harus memberikan kesan dan ciri khas. Karena itu, perlu peran serta seluruh pihak. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata DIY dan didukung dana keistimewaan itu bisa dijadikan contoh dalam pengelolaan destinasi pariwisata. (gas/kus)
Editor : Satria Pradika