Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Tajam, Pandai Besi di Wates Kulon Progo Kebanjiran Order Pisau Tempa Jelang Idul Adha

Anom Bagaskoro • Rabu, 22 Mei 2024 | 14:45 WIB
Pandai besi bergiliran menempa bahan yang telah dipanaskan.
Pandai besi bergiliran menempa bahan yang telah dipanaskan.

RADAR JOGJA - Menjelang Idul Adha selain peminat hewan kurban naik drastis, peminat pisau tempa juga mengalami kenaikan. Membuat beberapa pandai besi kebanjiran orderan. Salah satunya di Sentra Pandai Besi Bina Karya, yang terletak Padukuhan Klopo Sepuluh, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates.

"Minat masyarakat terhadap pisau tempa mengalami kenaikan semenjak dua tahun ini," ucap Ketua Sentra Pandai Besi Sukisman, saat ditemui di dapur tempa, Selasa (21/5).

Minat masyarakat terhadap pisau tempa mengalami kenaikan karena keunggulan pisau tempa itu sendiri. Pisau tempa diklaim lebih tajam, mudah ditajamkan kembali, dan lebih cocok untuk memotong daging.

Tingginya minat masyarakat untuk memiliki pisau tempa terlihat dari jumlah orderan. Hingga saat ini Sukisman telah menerima order pisau tempa dan perkakas untuk sembelih hewan sembelih lebih dari dua ribu pisau selama sebulan. Tiap harinya ia kebanjiran order hingga ratusan produk. Padahal di hari normal, orderan hanya berkisar 10 produk. 
"Penghasilan otomatis naik, hari biasa hanya Rp 80 ribu tapi kali ini bisa Rp 150 ribu," ucap Sukisman.

Untuk menyambut kenaikan minat masyarakat, pandai besi ini menyiasati dengan menyediakan beberapa varian pisau dengan berbagai macam model dan ukuran. Tak hanya pisau pihaknya juga kebanjiran alat perkakas untuk mendukung penyembelihan dan pengelolaan daging kurban, seperti golok, pisau kecil, dan kapak tulang.

Sukisman menjelaskan, untuk memproduksi pisau tempa memerlukan waktu sehari penuh. Dilakukan untuk menghasilkan produk dengan kualitas bagus. Mula-mula bahan tempa seperti baja dan per akan dipanaskan hingga titik tempa. Setelah itu perajin akan menempa dengan palu godam sambil membentuk pisau.

Setelah didinginkan bakal pisau kemudian digerinda dan dihalusakan. Kemudian pisau disepuh serta dihaluskan. Setelah itu, pisau diberi rangka kayu agar lebih awet dan mudah dibawa pembeli."Untuk harganya bermacam-macam, tergantung bahan, jenis, dan ukuran," ucap Sukisman.

Sukisman menjelaskan, harga pisau dan perkakas sembelih dibanderol Rp 75 ribu hingga Rp 1 juta. Harga pisau menyesuaikan dengan jenis pisau, bahan ataupun tingkat kesulitan. Di kelompoknya juga menawarkan reparasi pisau sembelih, yqng dihargai Rp 25 ribu per pisau.

Dwi salah satu pembeli asal Bantul menjelaskan, sengaja membeli pisau tempa untuk keperluan Idul Adha. Dirinya jauh-jauh dari Bantul untuk mendapatkan pisau dengan harga terjangkau dan memiliki kualitas bagus.  "Biasanya kalau Idul Adha kesini, untuk kulakan ataupun membeli pisau untuk penggunaan sendiri," ucap Dwi.

Penggunaan pisau tempa lebih efektif dibanding pisau produksi pabrik. Yang membuat dirinya lebih memilih pisau tempa untuk memotong hewan sembelih. Selain tajam, pisau tempa cenderung awet, apabila tumpul dapat ditempa dan diperbaiki lagi. (gas/pra)

 

Editor : Satria Pradika
#Pisau Tempa #Bina Karya #idul adha #kebanjiran orderan #wates #Sentra Pandai Besi