RADAR JOGJA - Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-12 Kulon Progo kembali digelar kemarin (12/5). Acara tiga tahunan ini dilaksanakan di MAN 1 Lendah dan diikuti oleh 655 peserta.
Ketua Panitia FASI Wakhid Purwosubiyantoro menjelaskan, tujuan festival tak hanya berkaitan dengan pembimbingan anak-anak untuk mendalami ajaran Islam. Namun juga berupaya untuk menjaring bibit unggul di Kulon Progo. Sekaligus mencari talenta untuk diajukan di FASI tingkat provinsi bahkan nasioanl.
Mekanisme pengajuan akan dilakukan setelah nama juara dalam festival diumumkan. Setiap anak yang juara akan dibimbing dan didampingi untuk mempersiapkan festival di tingkat provinsi dan nasional. "Ada 14 mata lomba yang dilombakan, lebih banyak lombanya dibanding MTQ," ucap Wakhid.
Menurutnya, festival ini berbeda dengan MTQ dari segi perlombaan yang digelar. Terdapat beberapa lomba yang diadakan di MTQ, tetapi diadakan di festival, begitu pula sebaliknya. Namun dari mata lomba, festival lebih banyak dibanding MTQ. Sehingga peserta yang mengikuti lebih banyak.
Peserta festival merupakan perwakilan dari rayon, dan telah diseleksi di tingkat kapanewon. Peserta merupakan anak-anak yang masih duduk di bangku TK-SMP, atau rentang umur 5-15 tahun. "Antusiasme cukup tinggi, tahun sebelumnya 500 peserta," ucapnya.
Di tahun ini, Kapanewon Galur keluar sebagai juara umum. Setelah memenangkan beberapa mata lomba.
Sementara itu, Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut, FASI merupakan wadah bagi generasi penerus bangsa. Untuk berkompetisi dalam pengembangan bakat, menggali prestasi, potensi dan pengembangan diri sesuai dengan pendidikan agama Islam.
Harapannya melalui kegiatan ini dapat tercipta generasi bangsa yang beriman, bertakwa, aktif, kreatif, mandiri, dan berakhlakul karimah. “Dan menciptakan generasi yang berisi anak-anak saleh,” ungkapnya. (gas/eno)
Editor : Satria Pradika