RADAR JOGJA - Stadion Cangkring di Padukuhan Temonan, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates telah beroperasi sejak 2012. Stadion yang dianggap sebagai kebanggaan warga Kulon Progo ini, nyatanya belum maksimal dari segi kebermanfaatannya.
"Secara keseluruhan baik dari segi kebermanfaatan dan pengelolaan belum maksimal," ucap anggota Komisi IV DPRD Kulon Progo Edi Priyono kemairn (10/5).
Edi menjelaskan, selama ini pengelolaan stadion belum maksimal. Pemkab Kulon Progo dinilai tak serius dalam mengelola stadion pelat merah ini. Hanya saat akan digunakan untuk acara olahraga besar saja pemkab benar-benar serius.
Padahal Stadion Cangkring merupakan stadion satu satunya di Kulon Progo. Tentu potensi kebermanfaatan sangatlah besar. Edi mencontohkan, banyaknya komunitas sepak bola di Kulon Progo yang terpaksa keluar daerah karena tak dapat memanfaatkan stadion.
Terdapat puluhan komunitas, paguyuban, dan grup olahraga di Kulon Progo yang membutuhkan stadion ideal. Adanya hal ini membuat urgensi pengoptimalan pengelolaan stadion diperlukan.
Menurut Edi, selama ini banyak kegiatan sepak bola berpusat di Alun-Alun Wates (Alwa), seperti turnamen sepak bola anak-anak. Bahkan untuk memesan lapangan di Alwa pesaingnya cukup banyak. Sehingga diperlukan tempat lain untuk mengakomodir kegiatan masyarakat.
Selain untuk kebermanfaatan masyarakat, stadion juga berpotensi untuk penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Apabila pengelolaan telah optimal, stadion bisa menjadi bisnis baru penyumbang PAD.
Edi menuturkan, banyak stadion milik pemerintah yang berhasil menyumbang PAD. Tak hanya untuk kegiatan olahraga, tetapi seperti konser dapat diselenggarakan di stadion. Tentunya penggunaan ini dapat menjadi pemasukan tambahan untuk daerah. "Sudah banyak lapangan yang dikelola desa lebih bagus dibanding Stadion Cangkring," ucap Edi.
Ia menjelaskan, untuk mengoptimalkan kebermanfaatan stadion diperlukan pengkajian. Pengakjian meliputi beberapa aspek. Yaitu sarana prasarana, standardisasi lapangan, dan pengelolaan atau perawatan stadion.
Menurutnya, pemerintah perlu mengembangkan stadion secara serius. Diharapkan pemkab dapat melakukan kajian sebelum pembangunan dan pengembangan stadion. Apabila ada peningkatan dan rehab stadion diharapkan pemkab tak tanggung-tanggung dalam menggelontorkan dana. Jika terbatas anggaran, perlu membuat kajian pembangunan bertahap dan tak terputus setiap tahunnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Nur Wahyudi menjelaskan, di tahun ini pihaknya lakan melakukan perawatan Stadion Cangkring.
Di 2025 nanti GOR Cangkring akan dikucuri dana Rp 1,8 miliar. Di Musrenbang kemarin ada rencana di 2025 untuk penyempurnaan GOR Cangkring," ucap Nur.
Ia menjelaskan, penyempurnaan dimaksudkan untuk melanjutkan pembangunan area sekitar GOR dan dalam stadion. Pihaknya telah melakukan kajian untuk penyempurnaan itu. (gas/laz)