Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Cangakan-Ngremang Karangsewu Kulon Progo Rusak Parah, Jadi Wahana Jeglongan Sewu

Anom Bagaskoro • Rabu, 8 Mei 2024 | 17:47 WIB
Rusak Parah: Tampak sepeda motor melabatkan kecepatannya karena jalan berlubang dan bergelombang.
Rusak Parah: Tampak sepeda motor melabatkan kecepatannya karena jalan berlubang dan bergelombang.

 

KULON PROGO - Jalan penghubung antara perempatan Cangakan menuju pertigaan Ngremang Kulon Progo rusak parah.

Saking parahnya, kondisi jalan menjadi buah bibir netizen lantaran sebuah unggahan foto yang menunjukkan jalan rusak tersebut dengan penambahan spanduk.

Spanduk berwana kuning melintang di atas jalan dan bertuliskan, "SELAMAT DATANG, di Wisata Jeglongan Sewu Karangsewu", "Salam Aspal Gronjal & Shock Sempal".

Yang artinya, selamat datang di wisata Joglongan Sewu Karangsewu, salam aspal rusak dan shock lepas.

Menanggapi adanya spanduk dan jalan rusak, Lurah Karangsewu Anton Hermawan membenarkan perihal itu.

Jalan Cangakan-Ngremang merupakan jalan kabupaten. Jalan ini telah mengalami kerusakan sejak lama.

Namun tak kunjung diperbaiki.

"Dulu memang sempat dilalui truk pengangkut pasir, tetapi setelah jalan rusak masyarakat melarang truk beraktivitas disitu," ucap Anton, Senin (6/5/2024).

Anton menjelaskan, pihaknya telah melakukan usulan untuk memperbaiki jalan.

Usulan biasanya melalui kegiatan musrenbang.

Namun tak kunjung ada perbaikan dari pihak terkait.

Baca Juga: Rugi Ratusan Juta Rupiah, BPBD Gunungkidul Sebut Pada Triwulan Pertama Terjadi 19 Peristiwa Kebakaran

Dengan alasan jalan tersebut sering dilewati kendaraan dengan beban melebihi tonase.

Setelah pelarangan angkutan dengan beban berat, tetap saja jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Padahal Jalan Cangakan-Ngremang, merupakan jalan alternatif dari perempatan cangakan menuju ke arah Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

"Jalan alternatif, dan aksesnya lebih cepat dibanding harus memutar lebih jauh," ucapnya.

Anton menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses strategis masyarakat.

Banyak masyarakat yang berangkat bekerja, ataupun melakukan aktivitas perkonomian menggunakan jalan tersebut.

Terlebih masyarakat dari sisi selatan Karangsewu, memilih tetap menggunakan jalan rusak dibanding garus memutar jauh.

Kerusakan jalan ini, tak hanya berbentuk lubang kecil.

Lebih parah lagi, kerusakan berupa tidak ratanya jalan.

Dibagian tengah jalan gundukan tangah terlihat.

Sehingga memaksa pengendara memelankan laju hingga 20km/jam.

Rata-rata ratusan pengendara melewati jalan ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo menjelaskan, setiap tahunnya mereka selalu mengajukan usulan untuk perbaikan jalan.

Baca Juga: Kenali Ginjal yang Bermasalah dengan Ciri Warna Urine Berikut!

Di tahun 2023 dan 2024 DPUPKP telah mengusulkan perbaikan dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK).

Namun, karena keterbatasan anggaran usulan tak terealisasi.

"Di 2025 usulan sudah masuk prioritas, dengan dana alokasi khusus, diharapkan bisa terealisasi," ucap Nurcahyo.

Nurcahyo tak menampik kerusakan jalan cukup parah.

Panjang ruas Jalan Cangakan-Ngremang sekitar 2,5 km, dengan rusak berat 800 meter, rusak sedang 900 meter, dan rusak ringan 800 meter.

Sehingga tidak masuk dalam kriteria untuk pemeliharaan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Menurutnya, apabila dilakukan perbaikan sekarang pihaknya membutuhkan anggaran berkisar Rp 3,4 milyar untuk memperbaiki jalan dengan rusak sedang maupun berat.

Untuk rusak ringan pihaknya hanya perlu menambal.

Apabila perbaikan terealisasi di tahun 2025, pihaknya juga perlu memastikan kebutuhan pipa air untuk suplai dari bandara yang rencananya akan segera dibangun.

DPUPKP perlu memastikan agar jalan yang dibangun tak dibongkar kembali akibat terdampak pemasangan pipa. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#cangakan #Kulon Progo #perbaikan #Jeglongan Sewu #jalan kabupaten #wahana #Ngremang #Rusak Parah #jalan #Karangsewu #jalan alternatif #Lurah Karangsewu