RADAR JOGJA - Serangan hama wereng di DIY sepanjang bulan Maret lalu menjadi catatan bagi pihak yang bergerak di sektor pertanian. Adanya hama wereng tentunya berpotensi menyebabkan kegagalan panen. Dan berdampak pada ketersedian pangan.
"Serangan terbesar di Banten dan Jogja, serangan bukan berarti mengakibatkan produksi turun," ucap Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Rachmat, saat melakukan kegiatan panen bersama di Kalurahan Kaligintung, Minggu (5/5).
Rachmat menjelaskan, wilayah Banten dan Jogja merupakan terdampak serangan wereng terbesar. Sebenarnya serangan wereng juga dialami beberapa daerah.
Data menunjukan 0,3 persen lahan pertanian dari 4,8 juta hektare lahan pertanian padi diserang hama wereng. Sedangkan lahan pertanian yang mengalami puso di bawah 0,1 persen.
Angka tersebut menurutnya masih terkendali, dan tak mempengaruhi hasil panen secara signifikan. Ia mencontohkan di daerah Kulon Progo lahan pertanian puso sebanyak 39 hektare.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Suwandi menyebut, serangan hama wereng masih terkendali, serta tak mempengaruhi pasokan beras. "Justru ini di beberapa wilayah sedang panen raya, dan angka panen lebih tinggi dibanding Maret," ucap Suwandi.
Suwandi menjelaskan, adanya hama wereng tak membuat panen mengalami penurunan. Karena data yang ia himpun justru mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya.
Menurutnya, serangan wereng terjadi akibat perubahan cuaca yang tak menentu. Imbas perubahan cuaca membuat wereng over populasi, karena jumlah telur wereng yang menetas lebih banyak.
Siklusnya perkembangbiakan wereng yang tak butuh waktu lama juga memperparah keadaan. "Mencegah lebih baik dibanding mengobati, jika terlanjur eksplosif perlu gerakan oengendalian serentak," ucap Suwandi.
Pengendalian hama wereng sejatinya harus dilakukan sejak masa pembibitan. Bibit padi saat direndam perlu tambahan bahan nabati, untuk mencegah wereng sejak awal tanam. Pengendalian sanitasi juga diperlukan dalam mengelola pertanian padi.
Apabila didapati wereng maaih banyak, terdapat opsi perubahan jenis bibit padi. Wereng menyukai batang padi yang manis. Sehingga perubahan bibit padi yang ditanam akan dapat mengurangi populasi yang ada."Kalau gagal panen akibat serangan wereng, pemerintah akan hadir dengan mengganti bibit yang sudah ditanam," imbuhnya.
Baca Juga: Soroti Harga Beras Tinggi, Dosen Pertanian UMY Sarankan Pemerintah Lakukan Beberapa Hal Ini
Suwandi menjelaskan, petani yang mengalami gagal panen akibat hama wereng akan dilakukan penggantian bibit yang ditanam sebelumnya. Menurutnya hal itu merupakan wujud dukungan pemerintah untuk petani, yang menyediakan pangan. Petani juga dapat memanfaatkan asuransi pertanian untuk mencegah kerugian apabila terjadi gagal panen. (gas/pra)
Editor : Satria Pradika