Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wes Nerimo, Sing Penting Ndang Cair Kanggo Tuku Lemah, Hari Pertama Pendataan Bidang Tanah Terimbas Proyek Tol di Kulon Progo,

Anom Bagaskoro • Sabtu, 4 Mei 2024 | 14:35 WIB

 

ANTUSIAS: Warga ikut dalam pendataan bidang tanah terimbas proyek tol yang dilakukan oleh tim survei di Kalipenten (Kalurahan Kaliagung) dan Derwolo (Pengasih).
ANTUSIAS: Warga ikut dalam pendataan bidang tanah terimbas proyek tol yang dilakukan oleh tim survei di Kalipenten (Kalurahan Kaliagung) dan Derwolo (Pengasih).

 

RADAR JOGJA - Pendataan dan pengukuran bidang tanah terimbas proyek tol telah dilakukan sejak Kamis (2/5). Jadwal pendataan sebelumnya telah dikordinasikan oleh warga melalui perangkat kalurahan. Terdapat dua padukuhan yang terjadwalkan melakukan pendataan, yaitu Kalipenten (Kalurahan Kaliagung) dan Derwolo (Kalurahan Pengasih).


"Berjalan kondusif, masyarakat antusias mengikuti pendataan," ucap Jagabaya Kalurahan Kaliagung Israhmanta saat ditemui Radar Jogja kemarin (3/5).


Israhmanta menjelaskan, di hari pertama pendataan masyarakat dikumpulkan terlebih dahulu. Setelah dikumpulkan dan melakukan koordinasi, tim survei bersama warga mendatangi bidang tanah. Masyarakat akan menyaksikan langsung pendataan.


Terdapat 20 bidang tanah milik warga yang didata. Mayoritas bidang tanah merupakan tanah sawah dan tanah pekarangan. Hanya ada satu rumah terkena trase tol, itu pun bangunan rumah hanya sebagian.


Saat selesai pendataan pemilik akan dimintai konfirmasi kebenaran data perhitungan aset. Aset yang masuk dalam pendataan, antar alain, rumah, tanah, dan tanaman yang didetail oleh tim survei. Setelah mengecek pendataan, pemilik bidang tanah akan menandatangani dokumen pendataan.


Ditemui beberapa kasus bidang tanah yang semuanya terkena trase tol. Bagi bidang tanah yang terkena dengan tersisa kurang dari 100 m² maka akan dilanjutkan pengukuran. Sedangkan bagi yang melebih 100 m² sisa tanahnya, maka dibutuhkan pengajuan untuk mendapat ganti rugi secara penuh. "Kami belum melakukan pengukuran karena fokus pendataan terlebih dahulu," ucapnya.


Berbeda dengan Kalipenten, tim Survei yang diterjunkan di Padukuhan Derwolo telah melakukan pengukuran dan pendataan. Ketika ditemui, Dukuh Derwolo Yuli Nugroho menjelaskan sebagian warga yang terkena tol memang sudah menunggu pendataan.


Sejak pematokan awal dan sosialisasi, warga menunggu sekian lama untuk kegiatan pendataan. Selain itu warga juga penasaran dengan jumlah ganti untung yang nantinya akan diterima. Sebagian besar warga berharap ganti untung bisa digunakan untuk membeli tanah dan rumah yang baru. "Warga menunggu ganti untung, baru membeli tanah baru," ujar Yuli.


Ia menjelaskan, di Padukuhan Derwolo terdapat empat rumah warga yang terimbas rencana pembangunan tol. Di hari pertama tim pengukuran melakukan ukur pada 11 bidang. Sedangkan tim pendataan melakukan pendataan pada empat lokasi. Dengan bidang tanahnya didominasi pekarangan dengan tumbuhan keras.

Baca Juga: Penlok Trase Tol Wates-Temon Disesuaikan Lagi, Warga Terdampak Bertanya-tanya


Selama proses pendataan dan pengukuran, terdapat kendala yang ditemui tim survei. Untuk tim pengukuran kesulitan menemukan sinyal. Sedangkan tim pendataan kesulitan menerjang medan yang didominasi dataran terjal.


Sementara itu, salah seorang pemilik bidang tanah Samiyem, 68, menjelaskan, dirinya sudah menunggu kegiatan pendataan. Samiyem salah satu warga terimbas pembangunan tol, memiliki bangunan rumah 96m² dengan beberapa luasan pekarangan. "Wes nerimo, sing penting gik ndang cair kanggo tuku lemah," ucap lansia itu.


Samiyem menjelaskan, dirinya menginginkan segera ada pencairan karena ingin segera berpindah. Ia sendiri sudah mencari tempat berpindah bagi dia sendiri dan anaknya. (gas/laz)

Editor : Satria Pradika
#proyek tol #pengukuran bidang tanah #Kulon Progo #Kalurahan Pengasih #Trase Tol #Kalurahan Kaliagung #jagabaya