KULON PROGO - Kejadian tak mengenakkan kembali terulang di Bumi Binangun. Perempuan muda berinisial BE, 21, ditemukan tak bernyawa di sekitar lintasan kereta api Padukuhan Josutan, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Senin (22/4).
"Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat depresi," ucap Kasi Humas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti, Senin (22/4).
Novi menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat berteriak di dalam kamar sekitar pukul 03.00 WIB.
Hal itu sering kali terjadi, karena korban memiliki riwayat depresi.
Melihat korban berteriak ayah korban KK, 54, menenangkan korban.
Kemudian, sekitar pukul 05.00 WIB keluarga mengecek komdisi korban.
Namun, korban tak ditemukan berada di dalam kamar.
Usut punya usut korban pergi tanpa diketahui keluarga dan meninggalkan rumah.
Keluarga kemudian mencari di luar rumah hingga sampai di area perlintasan sebidang.
Padahal, area perlintasan terletak cukup jauh dari rumah korban.
"Saat di sekitar perlintasan, ayah korban menemukan korban yang tergeletak," ucap Novi.
Ayah korban kemudian mendekati wanita tersebut, dan kaget melihat kondisinya.
Setelah dilihat cukup lama, ia menyadari perempuan tersebut ternyata anaknya.
KK dapat mengidentifikasi korban berdasarkan pakaian yang dikenakan korban.
Sementara itu, Personel PMI Kulon Progo Diky menjelaskan, pihaknya menerima laporan penemuan korban sekitar pukul 05.30 WIB.
PMI kemudian menerjunkan personel dan ambulans untuk evakuasi.
Setelah sampai dilokasi, pihaknya memastikan dan memang ditemukan korban yang sudah tak bernyawa.
Korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Selanjutnya, jasad dilarikan ke RSUD Wates untuk keperluan autopsi.
"Kondisi jasad sudah terpotong-potong dan hancur," ucap Diky.
Diky menjelaskan, dari keterangan masyarakat korban tertabrak KA Bandara. Kereta tersebut melaju ke arah timur ke barat. Terkait alasan korban berada di rel, pihaknya tak mengetahui kepastiannya. (cr7)
Editor : Amin Surachmad