Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karena Perubahan Cuaca Mencari Tempat Lembap, Ulat Gagak Serbu Kawasan Bandara YIA

Anom Bagaskoro • Sabtu, 20 April 2024 | 17:10 WIB
Penampakan ulat gagak di parkiran bandara YIA
Penampakan ulat gagak di parkiran bandara YIA

 

RADAR JOGJA - Kondisi cuaca hujan menyebabkan ribuan ulat gagak menyerbu Kawasan Bandara YIA, yang terletak di Kapanewon Temon. Fenomena ini sebenarnya kerap kali terjadi. Namun, kali ini jumlah ulat tergolong banyak.

 

 

"Sudah beberapa kali terjadi, hanya jumlahnya kali ini cukup banyak," ucap Reza Nur Fadillah salah satu pegawai yang bekerja di YIA, Jumat (19/4).

 

 

Reza menjelaskan, fenomena ini tak hanya dialami di kawasan YIA. Namun juga pemukiman sekitar yang tak jauh dari bandara. Menurutnya daerah pemukiman juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah.

 

Keberadaan ulat gagak ini membuat dirinya merasa geli saat awal bekerja di YIA. Namun setelah terjadi beberapa kali, dirinya mulai beradaptasi dan tak merasakan geli apabila melihat ulat yang berada disekitar lingkungan kerjanya.

 

 

Pantauan Radar Jogja di YIA, Jumat (19/4). Ulat gagak menyerbu disekitar kawasan terminal kedatangan. Sedangkan di terminal keberangkatan tak terindikasi adanya ulat gagak.

Ulat gagak hanya menyerbu kawasan yang bersentuhan langsung dengan tanah, seperti terminal kedatangan yang terletak di lantai dasar.

 

 

Ribuan ulat gagak ini, menempel di tembok terminal kedatangan. Sebagian besar dapat dijumpai di trotoar jalan. Petugas kebersihan bahkan seringkali menyapu dan membersihkan area berkumpulnya ulat gagak. "Harapannya supaya penyebaran ulat gagak ini segera teratasi," ucap Reza.

 

Sementara itu, General Manager YIA Ruly Artha menjelaskan, fenomena ulat gagak baru-baru ini telah terjadi. Menurutnya fenomena ini tak mengganggu pelayanan penumpang YIA, karena hanya dilokasi tertentu ulat gagak merambah. 

 

Selain itu, pihaknya juga menggiatkan tim teknis untuk membersihkan area yang memang diserang ulat gagak. Terutama ditempat yang diperkirakan merupakan sarang.

 

Pihaknya juga telah berkordinasi untuk menanggulangi fenomena ini terulang kembali. "Dari penumpang tidak ada komplain karena memang sudah terkondisikan dengan tim kebersihan," ucap Ruly.

 

 

Kepala Stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Warjono menjelaskan, fenomena ini disebabkan karena adanya perubahan cuaca. Perubahan dari panas dan hujan secara tiba-tiba membuat ulat gagak keluar mencari tempat yang lembab.

 

Ia menjelaskan, karakteristik ulat gagak akan mencari tempat lembab untuk beraktivitas. Biasanya ulat ini, aktif di malam hingga pagi hari.

 

Sedangkan saat siang hari mereka memilih untuk tidak beraktivitas. Hal inilah yang disinyalir membuat ribuan ulat gagak keluar sarang, karena saat siang hari di musim penghujan kondisi tanah melembab.

 

"Siklus ini hanya sesaat, sehingga ketika musim kemarau tiba ulat akan menghilang secara sendirinya," ucapnya. (cr7/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Lembap #perubahan cuaca #ulat gagak #kawasan #Bandara YIA #BMKG