Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ombak Pantai Glagah Tinggi, Tim SAR Pasang Tanda Pembatas agar Wisatawan Tak Nekat Mandi di Laut

Anom Bagaskoro • Sabtu, 13 April 2024 | 16:55 WIB

 

PADAT: Wisatawan memadati area bibir Pantai Glagah yang telah dipasangi police line.(Anom Bagaskoro/Radar Jogja)
PADAT: Wisatawan memadati area bibir Pantai Glagah yang telah dipasangi police line.(Anom Bagaskoro/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Ada yang berbeda dengan wilayah pesisir Pantai Glagah. Tak hanya dipenuhi pengunjung yang menikmati libur Lebaran. Namun di sepanjang pesisir terpasang tanda police line di titik teramai. Pemasangan garis polisi ini mencegah ada pengunjung yang berenang atau bermain di daerah berbahaya.

"Ombak pesisir selatan sedang tinggi, jadi lebih baik melakukan tindakan preventif,” ucap Koordinator Satlinmas Resceu Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko saat ditemui di Pantai Glagah, kemarin (12/4).

Aris menjelaskan, selama beberapa hari ke depan ombak pesisir pantai selatan Kulon Progo akan tinggi. Ombak dengan ketinggian 1-4 meter nantinya akan menerjang di beberapa pantai wilayah. Bahkan menurut pantauan CCTV, ombak sempat menerjang area bersantai wisatawan di stan payung yang disewakan warga sekitar.

Sebenarnya pemasangan police line ini sudah dilakukan sejak Kamis (11/4). Pemasangan dilakukan sebagai upaya pengingat bagi pengunjung untuk berada di area aman Pantai Glagah. Selain police line, Tim SAR juga menancapkan rambu dilarang berenang di sepanjang pesisir. Pemasangan rambu ini agar pengunjung tidak mandi di laut karena ombak pantai ini dikenal cukup ganas.

Aris menjelaskan, sejak H+1 Lebaran, pengunjung Pantai Glagah mengalami peningkatan, sehingga dibutuhkan pengamanan ekstra. Pengamanan dilakukan dalam bentuk menjaga kondusivitas dan pemberian imbauan.

Menurutnya, banyak pengunjung yang sudah memahami aturan untuk tidak berenang atau mandi. Ia juga tak menemui pengunjung yang ngeyel atau nekat mandi selama beberapa hari sebelumnya.

Dalam pengamanan pihaknya menyiagakan 43 personel dari SAR dibantu beberapa jajaran terkait. Sebanyak 43 personel disiagakan di beberapa pantai Kulon Progo. Di Pantai Glagah, personel SAR disiagakan di beberapa titik ramai dan berbahaya. Personel yang terjun langsung di dekat pengunjung akan memeberikan imbauan secara persuasif.

Selain itu, personel itu akan mengambil tindakan apabila terdapat pengunjung yang berada dalam posisi berbahaya. Sedangkan personel yang berada di posko akan memberikan imbauan menggunakan pengeras suara dan memantau pengunjung yang berada di garis pantai. Apabila terdapat pengunjung yang mendekati zona berbahaya, langsung diimbau oleh Tim SAR.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Bandung Hendi Pratama mengatakan, ia mengapresiasi tindakan pencegahan yang dilakukan Tim SAR. Dia tak merasa dirugikan dengan adanya police line, karena dirinya sengaja berkunjung ke Pantai Glagah untuk menikmati pemandangan. "Kebetulan sedang mudik di Purworejo, sambil liburan di Kulon Progo,” ucapnya.

Hendi menjelaskan, ia sudah seringkali berkunjung ke Pantai Glagah. Ia tidak kaget melihat karakteristik ombak Pantai Glagah yang tergolong tinggi. Sehingga ia tak pernah memaksa untuk berenang atau mandi di area bibir panatai. Ia bersama keluarganya lebih memilih menikmati pemandangan pantai dan bercengkerama dengan anggota keluarga lainnya. (cr7/laz)

Editor : Satria Pradika
#pantai glagah #Ombak pesisir selatan