KULONPROGO - Tidak semua istri bisa masak enak. Dosen program pendidikan (Prodi) Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta punya kelemahan soal urusan dapur.
"Saya tidak bisa masak. Anak saya tidak suka dengan masakan saya," kata Ika Septi Hidayati Minggu (31/3/2024).
Sembari terus menahan tawa, Ika punya cerita menggelikan soal rahasia dapur. Suatu hari dia mencoba memasak sayur sop. Penuh percaya diri menyiapkan bahan-bahan sebagaimana arahan dari YouTube.
"Bumbunya (soup) sama sesuai di YouTube, tapi kalau ketauan tangan saya yang masak satu keluarga tidak mau. Saya juga bingung kenapa bisa begitu," kelakarnya.
Bisa ditebak, tak lama berselang sang suami langsung mengajak seluruh keluarga makan di luar. Jika setiap hari ingin selalu makan ke luar, kata dia, kodenya seperti itu.
"Tinggal siapkan bahan-bahan masakan di dapur, nanti suami langsung bilang 'yuk jajan neng njobo yuk' (cari makan di luar yuk)," ucapnya.
Sudah tentu, ketika masuk bulan suci Ramadan menu menu makan sahur 'nget-ngetan' (dipanasi). Satu keluarga paham soal itu.
"Sore hari menjelang buka puasa kami satu keluarga keliling cari menu takjil," ucapnya.
Sampai rumah bekal makanan cukuplah banyak. Hidangan makanan buka puasa telah tersaji. Sebagian disisakan untuk sahur.
"Menunya sederhana asal keluarga senang," jelasnya.
Tidak lupa saat belanja membawa pulang telur, dan makanan dalam kemasan persediaan rumah. Meski kurang pintar memasak, Ika mengaku tidak down karena mendapat support dari keluarga.
"Itu tadi (sisi positif tidak bisa masak) bisa lebih sering jalan bareng dengan keluarga, melarisi pedagang," ungkapnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin