Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Raih Adipura Kota Wates, Capaian Besar untuk Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Jumat, 22 Maret 2024 | 03:39 WIB
SAH: Serah terima LKPJ dari Pj Bupati Ni Made Dwipanti Indrayanti ke Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati dalam Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo Kamis (21/3).
SAH: Serah terima LKPJ dari Pj Bupati Ni Made Dwipanti Indrayanti ke Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati dalam Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo Kamis (21/3).

KULON PROGO - Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Kulon Progo, Kamis (21/3).

Dalam sidang, Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pj Bupati Kulon Progo Tahun Anggaran 2023 dalam Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo Kamis (21/3).

Laporan memuat prestasi dan capaian yang telah terwujud di tahun 2023 lalu.

"Kami berhasil memperoleh Adipura untuk Kota Wates pada kategori Kota Kecil," ucap Pj Bupati Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat pembacaan LKPJ. 

Baca Juga: Harga Pangan Masih Tinggi, Warga Antusias ke Pasar Murah

Adipura menjadi prestasi dan capaian besar bagi Kulon Progo, mengingat sudah sejak lama Kulon Progo tak mendapat penghargaan tersebut.

Hal ini juga tercermin dengan tercapainya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 67,50 dari target 62,53, atau 107,94 persen tercapai.


Lebih rinci, Ni Made menjelaskan capaian kinerja tahun 2023 didasari pada 5 indikator tujuan dan sasaran.

Antara lain, terwujudnya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, Terwujudnya SDM yang berkualitas dan berbudaya. 

Baca Juga: Dosen Manajemen Keuangan UIN Sebut Cashless Society Masih Susah Diterapkan

Terwujudnya pembangunan kawasan berkelanjutan. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

Terwujudnya keamanan, ketertiban, dan ketentraman lingkungan.

Kelima indikator tujuan dan sasaran tersebut telah berhasil tercapai.

Selain itu ketercapaian juga terlihat pada Pendapatan Daerah.

Realisasi Pendapatan Daerah pada APBD Tahun 2023 (unaudited) sebesar Rp 1.695.973.944.128 dari target sebesar Rp 1.699.595.928.477 atau mencapai 99,79 persen.

Sedangkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai dengan presentase 105,06 persen. Dengan PAD 2023 Rp 324.053.666.353 dari target sebesar Rp 308.446.763.197.

Baca Juga: Masih Nihil Kasus, Distapang Pastikan Kebumen Bebas Antraks

Kemudian Realisasi Belanja pada tahun 2023 mencapai 93,17 persen dari target.

Realisasi belanja terdiri dari beberapa realisasi yaitu, belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transefer. Realisasi Belanja Operasi tahun 2023 mencapai 94,49 persen dari target.

Realisasi Belanja Modal mencapai 87,16 persen dari target. Realisasi Belanja Tak Terduga mencapai 7,56 persen. Belanja transfer mencapai 98,25 persen. 


"Terdapat 17 program prioritas yang dilaksanakan oleh Pemda DIY yang 7 diantaranya berlokasi di Kabupaten Kulon Progo," ucap Ni Made.


Ni Made menjelaskan, terdapat 7 program prioritas yang dilaksanakan di Kulon Progo. 

Antaralain, Pembangunan Jalan Temon-Borobudur, Pembangunan SPAM Regional Kamijoro, Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, dan Pengembangan Kawasan Pantai Selatan DIY.

Baca Juga: Dosen Manajemen Keuangan UIN Sebut Cashless Society Masih Susah Diterapkan

Selain itu, Pengembangan Kawasan Perbukitan Menoreh, Pengembangan Kawasan Aerotropolis di Kulon Progo, dan Pengembangan Jogjakarta Agro Park (JAP).

Dalam laporan program tersebut, Pj Bupati menyampaikan progres pembangunan dan perkembangan aktual 7 program.


Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati menjelaskan, secara makro pelaksanaan program pemerintah berjalan dengan baik.

Selain itu, ia juga mengapresiasi keberhasilan mendapatkan penghargaan Adipura.


"Setelah 29 tahun penantian, penghargaan Adipura akhirnya kembali ke Kulon Progo," ucap Akhid Nuryati, usai Rapat Paripurna, Kamis (21/3).

Kendati mengapresiasi kinerja pemerintahan, Akhid tetap menyoroti beberapa program yang seharusnya bisa dijalankan lebih optimal. 

Baca Juga: Putri Petrokimia Gresik Berhasil Lolos ke Babak Final Nusantara Cup 2024

Salah satunya tentang kebelanjutan pemanfaatan Jogja Agro Park.

Akhid menjelaskan, agar hasil penelitian dapat disebarluaskan untuk kebermanfaatan masyarakat Kulon Progo.

Menurutnya, 60 persen masyarakat Kulon Progo merupakan petani sehingga hasil penelitian sangat berpengaruh terhadap petani.


Ia berharap agar LKPJ tak hanya bersifat administrasi. Perlu realisasi optimal dengan dukungan kinerja lapangan.

Akhid mencontohkan perihal tersebut, dengan keadaan kemiskinan yang perlu segera dientaskan. Ia juga menyoroti perihal peningkatan kesejahteraan masyarakat. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#rapat paripurna #lpkj #prestasi