RADAR JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo menggelar Festival Buah Kulon Progo 2024 di Dermaga Waduk Sermo Sabtu (9/3). Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan nama buah dan mengangkat perekonomian petani lokal.
Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan DPP Kulon Progo Wazan Muzakir menjelaskan, pengenalan buah lokal dalam festival akan membuat pengunjung merasakan dan akhirnya membeli produk buah asal Kulon Progo. Hal ini akan berdampak postif bagi perekonomian petani buah lokal. "Dorongan yang berwujud upaya marketing atau pemasaran untuk petani buah lokal," ucap Wazan usai acara.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan produksi buah lokal yang berkualitas. Menurut Wazan, produksi buah juga dapat digenjot melalui permintaan dan minat masyarakat. Tentunya perlu dukungan petani dalam mencukupi permintaan pasar.
Dalam festival buah, disebutkan Wazan bukan hanya tentang jual beli komoditas buah. Namun juga memperkenalkan varietas atau jenis buah lokal asli Kulon Progo, agar diketahui khalayak umum. Seperti buah durian lokal asal Kapanwon Kokap. "Ada durian soponyono, durian tersebut lokal, bahkan mempunyai karakteristik yang berbeda dari durian lain," ucap Wazan.
Wazan menjelaskan, durian menjadi salah satu komoditas buah yang diincar pengunjung. Selain sedang dalam masa panen, durian memang memiliki segmen peminatnya sendiri.
Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan, sektor pertanian merupakan sektor andalan bagi pertembuhan ekonomi. Namun pada 2020, pandemi membuat beberapa sektor mengalami defisit sebesar -4 persen. Hanya saja, sektor pertanian mampu bertahan di tengah goncangan pandemi. Justru di tahun tersebut sektor pertanian mampu bertumbuh sebesar +0,6 persen.
"Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2020, sebesar 14,56 persen," ucap Ni Made.
Dirinya meyakini, sektor pertanian buah di Kulon Progo bisa bertumbuh. Dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di wilayah yang dipimpinnya. Terlebih bila produk buah bisa didistribusikan ke luar daerah maupun ke luar negeri.
Menurutnya, festival buah merupakan wujud promosi. Promosi diperlukan agar memperkuat ekonomi di sektor pertanian buah. Selain itu potensi pertanian tak hanya berkutat pada produk hasil pertanian. Tetapi juga bisa dikembangkan menuju ke arah pariwisata. "Bisa dikembangkan ke arah Agroduwisata, dan saat ini sedang dijalankan melalui program Nusabrata," ucap Ni Made. (cr7/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita