RADAR JOGJA - Jalan Kokap-Hargomulyo yang terletak di Padukuhan Tangkisan 2, Kalurahan Hargomulyo rusak parah. Jalan tersebut berstatus sebagai jalan kabupaten. Sebelumnya, jalan ini sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Carik Hargomulyo Anton Yunianto menyebut, Jalan Kokap-Hargomulyo mengalami rusak parah. Khususnya di Padukuhan Tangkisan 2 yang rusak sudah tak tertangani. Wilayah tangkisan merupakan area terparah, karena aspal sudah terkikis hampir 90 persen.
Menurut Anton, jalan di Tangkisan sudah sejak lama tidak diperbaiki. Terakhir di 2020, perbaikan hanya terbatas pada penambalan jalan berlubang. Karena kerusakan tak kunjung diperbaiki, akhirnya warga melakukan perbaikan secara swadaya.
"Tahun kemarin warga secara sukarela menambal jalan yang berlubang menggunakan semen dan pasir," ucap Anton saat ditemui Radar Jogja di salah satu titik jalan rusak, Jumat (8/3).
Menurut penuturannya, jalan yang dibangun warga juga tidak bertahan lama. Beberapa warga juga sempat menambal jalan menggunakan tanah liat di musim kemarau.
Namun, jalan yang ditambal menggunakan tanah liat justru berbahaya bagi pengendara. Hal ini, melihat karakter tanah liat yang licin apabila terkena air selama musim hujan.
"Kecelakaan biasanya karena pengendara terpeleset akibat batuan aspal yang hancur di jalan," ucap Anton.
Korban akibat terpeleset sudah puluhan orang. Dengan mayoritas korbannya merupakan anak sekolah yang terburu-buru untuk berangkat sekolah.
Tak hanya itu pengendara yang baru melewati jalan tersebut juga menjadi korbannya. Kendati tak merenggut nyawa, sebagian orang tua siswa khawatir dengan kondisi jalan yang bisa saja melukai anaknya.
"Banyak orang tua yang akhirnya memilih antar jemput anaknya agar menghindari kecelakaan," ucap Anton.
Anton menjelaskan, Jalan Kokap-Hargomulyo cukup strategis. Jalurnya menghubungkan beberapa kalurahan di Kapanewon Kokap. Terlebih jalan ini menghubungkan Kapanewon Temon dan Kokap.
"Banyak juga kendaraan asal Purworejo yang ingin ke Kokap melewati jalan tersebut," ucapnya.
Jalan Kokap-Hargomulyo juga merupakan jalan utama menuju pusat pemerintahan Kapanewon Kokap.
Jalan ini lebih mempersingkat jarak tempuh serta waktu yang dibutuhkan warga sekitar. Apabila masyarakat melewati jalan memutar, diperlukan ekstra waktu sebesar 20 menit.
Selain akses masyarakat untuk berpergian, jalan ini juga sebagai akses perekonomian. Banyak komoditas yang berasal dari wilayah utara Kokap distribusikan melalui jalur ini.
Beberapa komoditas seperti kayu, kelapa, durian, cengkeh, dan gula jawa didistribusikan ke wilayah Purworejo melalui jalan ini.
Menurut Anton, sebenarnya pihak Kalurahan Hargomulyo sudah beberapa kali mengajukan proposal.
Tetapi, belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. Kalurahan sempat merasa lega karena mendapat kabar adanya pembangunan jalan Bedah Menoreh. "Pada 2020 sempat ada survei pengukuran, dan pematokan. Namun sampai saat ini belum dibangun," ucapnya.
Sedangkan jalan yang mengalami rusak sedang, sejauh 2 km. Didominasi dengan jalan berlubang dan dan mengalami penurunan elevasi sedalam 10 cm.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo membenarkan, keberadaan jalan rusak di wilayah Tangkisan 2. Namun pihaknya mengaku, di 2024 belum menerima laporan.
Sehingga perbaikan belum bisa ditindaklanjuti."Silahkan melapor, justru kami senang kalau ada yang memberikan laporan baik dari kalurahan ataupun warga," ucap Nurcahyo.
Menurutnya, pelaporan bisa dilakukan oleh pemerintah kalurahan. Ataupun warga bisa langsung mendatangi DPUPKP. Prosesnya tidak rumit, warga bisa membawa foto dan lokasi tepat jalan rusak yang perlu perbaikan.
"Untuk Jalan Kokap-Hargomulyo, dimungkinkan menggunakan dana APBD tahun depan", ucapnya. (cr7)
Editor : Heru Pratomo