Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Penghubung Antar Bumi Perkemahan dan Ono Kaline Park Kulon Progo Terputus, 84 Siswa SDIT Sedang Camping

Anom Bagaskoro • Sabtu, 9 Maret 2024 | 05:00 WIB
DARURAT: Suasana sekitar Bumi Perkemahan Sungai Tinalah dengan Ono Kaline Park terputus di Padukuhan Semaken, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang,  Kabupaten Kulon Progo.
DARURAT: Suasana sekitar Bumi Perkemahan Sungai Tinalah dengan Ono Kaline Park terputus di Padukuhan Semaken, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

KULON PROGO - Jembatan bambu penghubung antara Bumi Perkemahan Sungai Tinalah dengan Ono Kaline Park terputus.

Lokasi jembatan terletak di Padukuhan Semaken, Kalurahan Banjararum, Kapanewon KalibawangKalibawang,  Kabupaten Kulon Progo. 

Terputusnya akses ini membuat pengunjung bumi perkemahan yang merupakan Siswa SD IT Alam Nurul Islam tak bisa berpindah tempat.

Padahal air Sungai Tinalah tengah meluap. Dan berpotensi merendam area perkemahan.

"Sejumlah 84 siswa asal Gamping, Sleman, beserta walinya tengah melaksanakan camping di lokasi tersebut," ucap Kapolsek Kalibawang AKP Zainuri, saat ditemui di TKP, Jumat (8/3).

AKP Zainuri menjelaskan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun terluka. Namun, diperlukan evakuasi dengan segera. Karena debit air semakin tinggi dan berpotensi meluap.

Menurut AKP Zainuri, sebelum patahnya jembatan curah hujan tergolong lebat di area tinggi sekitar Samigaluh dan Kalibawang.

Membuat arus air deras, dan menghantam jembatan bambu. Karena tak kuat menahan hantaman, jembatan bambu rusak dibagian tengahnya.

Menurutnya, siswa sedang dalam kegiatan family gathering dan camping. Kegiatan para siswa sebenarnya sudah dimulai sejak pukul 16.00 WIB.

‘’Tidak ada korban jiwa, ataupun luka-luka,’’ ucap AKP Zainuri.

Dalam evakuasi menerjukan personil BPBD, Tagana, Polsek, Koramil, PMI, dan seluruh unsur kesiapsiagaan.

Menurut AKP Zainuri, mekanisme evakuasi menggunakan jalur darat. Dimana para korban akan memutar jalan dikawal oleh tim resceu.

Proses evakuasi tergolong sulit karena kondisi jalan yang gelap ditambah licin.

Selain itu, korban yang kebanyakan anak kecil berkemungkinan kelelahan selama proses evakuasi.

“Jalur evakuasi sepanjang 800 meter melalui tepi sungai yang tidak terkena luapan air,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja sekitar pukul 21.46 WIB pihak terkait berhasil mengamankan 23 siswa. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#Kulon Progo #Jembatan bambu