KULON PROGO - Pelaksanaan ibadah haji kian mendekati puncaknya.
Persiapan pemberangkatan seperti perekaman biometrik telah selesai dilaksanakan.
Kini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo mengadakan Bimbingan Manasik Haji untuk memantapkan pengetahuan para calon haji.
Acara ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya.
"Kegiatan Manasik Haji Tahun 2024 diikuti 377 jamaah, dengan berbagai materi yang disampaikan," ucap Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo Muhammad Wahib Jamil, usai kegiatan, Kamis (7/3/2024).
Bimbingan Manasik Haji berlangsung selama 2 hari, mulai dari 6-7 Maret 2024, di Masjid Agung Kulon Progo.
Calon haji dibekali materi, antara lain;
1. Kebijakan penyelenggaraan haji di dalam negeri dan luar negeri
2. Kebijakan pemerintah terhadap jamaah haji lansia
3. Kebijakan pelayanan kesehatan
4. Alur perjalanan ibadah haji
5. Tata pengelolaan daging hadyu.
Materi terkait pelaksanaan haji disampaikan oleh pemateri yang kompeten dan berpengalaman.
Pemateri berasal dari Kankemenag Kulon Progo dan Kanwil Kemenag DIJ.
Setiap sesi materi dijelaskan secara gambalang, dan pemateri juga menceritakan pengalaman mereka selama melaksanakan ibadah haji.
Seperti Wahib yang menjelaskan, budaya dan kultur orang Kulon Progo sangat berbeda dengan warga asli Arab Saudi.
Sehingga ketika jamaah sampai di sana diperlukan pemyesuaian.
Hal ini menurutnya perlu diketahui semua jamaah haji agar tidak kaget selama menjalani ibadah.
"Budaya, kultur, dan aturan berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia," ucap Wahib.
Wahib menjelaskan, selama ibadah berlangsung jamaah perlu memperhatikan istitoah.
Istitoah berkaitan dengan kesehatan jamaah dan keikutsertaan jamaah dalam menyeslesaikan rukun ibadah haji.
Ia juga menekankan, selama ibadah haji diperlukan niat yang lurus.
Dan menjalankan setiap rukun ibadah haji dengan sesuai aturan serta syariat yang ada.
Semata-mata hal ini untuk memperoleh ridho Allah.
Wahib juga berpesan ke jemaah haji, untuk selalu fokus dalam menjalani ibadah.
Perbanyak doa di tanah suci, dengan penuh kerendahan hati. Sehingga ketika pulang ke tanah air akan menjadi haji yang mabrur.
Sementara itu, Ahmad Kasiran warga Karangwuni yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Ia menjelaskan bahwa sebelum manasik ia sudah mengikuti bimbingan dan praktek. Adanya kegiatan ini semakin memantapkan langkahnya untuk ke tanah suci.
"Ini kali pertama bagi saya, sehingga perlu mendengar pengalam dari orang yang sudah beribadah haji," ucap Kasiran.
Kasiran yang sudah berumur 50 tahun juga mempersiapkan fisik.
Tak hanya tentang rukun haji, namun ia juga mempersiapkan fisik guna dapat menjalankan setiap rukun haji tanpa ada kendala lain.
Editor : Meitika Candra Lantiva