Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jual beras SPHP dalam 1,5 Jam Stok Pangan Murah di Pasar Wates Ludes

Anom Bagaskoro • Jumat, 1 Maret 2024 | 12:25 WIB

 

ANTUSIAS: Masyarakat kerubungi stand Gelar Pangan Murah di Pasar Wates.
ANTUSIAS: Masyarakat kerubungi stand Gelar Pangan Murah di Pasar Wates.

RADAR JOGJA – Pangan Murah yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ di Pasar Wates, Kamis (29/2) diserbu warga. Gelar Pangan Murah menjual komoditas beras SPHP, Beras Gapoktan, beras merah, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, bawang putih, bawang merah, kecap dan saos.

"Beras SPHP harganya Rp 54 ribu, perkilonya lebih murah dibanding harga pasar saat ini," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo Sudarna, saat pelaksanaan gelar pangan murah di Pasar Wates, Kamis (29/2).


Beras SPHP disubsidi melalui APBN, sehingga harganya cukup terjangkau bagi masyarakat. Sedangkan beras gapoktan, dihargai Rp 14 ribu lebih murah dibanding harga pasar. Beras gapoktan juga disubsidi APBD DIJ, yang dialokasikan pada tahun 2024. Komoditas beras dibatasi pembeliannya dua kantong, setiap kantong berisi lima kg beras.


Stok beras yang diperjualbelikan disediakan hanya 100 kg untuk SPHP. Sedangkan untuk beras gapoktan 1 ton. Menurut Sudarna, stok beras yang diperjualbelikan masih kurang dengan jumlah peminat beras tersebut. Namun, ia berharap dengan adanya keguatan ini mampu mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok. "Beras SPHP selama 30 menit langsung habis, dan beras gapoktan juga sudah habis," ucap Sudarna.


Hanya sekitar 1,5 jam dari pukul 08.00, stok yang dibawa oleh DPKP DIJ sudah habis terjual. Animo masyarakat untuk membeli pangan murah masih sangat terlihat. Sudarna menjelaskan, animo masyarakat merupakan reaksi dari kenaikan harga pangan. Walaupun sebenarnya stok pangan masih banyak di pasaran."Stok itu banyak, contoh beras di sekitar Pasar Wates ini banyak," ucap Sudarna.

Menurut Sudarna, kendati stok banyak masyarakat enggan membeli. Hal ini dikarenakan karena masyarakat sudah berpikiran untuk memilih-milih bahan pokok. Ia menjelaskan, masyarakat mencari komoditas yang murah namun punya kualitas yang hampir sama dengan komoditas yang berharga mahal.

Ngatini warga Sentolo yang rela jauh-jauh untuk mendapatkan stok pangan. Ia menjelaskan, komoditas beras murah menjadi pilhannya, karena kualitasnya juga tak jauh berbeda dari beras kualitas super.

"Saya membeli satu kantong isi lima kg beras SPHP, dengan harga Rp 54 ribu," ucap Ngatini.

 

Ia mengaku terbantu dengan adanya gelar pangan murah yang dilakukan oleh pemerintah. Bahkan ia berharap pelaksanaannya akan terus dilanjutkan."Kalau bisa diadakan di pasar-pasar lain di seluruh Kulon Progo," ucap Ngatini. (cr7/pra)

 

 

Editor : Satria Pradika
#pangan murah