Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Milisi Jokowi Tanggapi Hasil Quick Count Kemenangan Prabowo-Gibran dengan Melakukan Ini

Anom Bagaskoro • Minggu, 18 Februari 2024 | 20:46 WIB
Prosesi Sungsuman, sebagai wujud berakhirnya acara besar Pemilu 2024.
Prosesi Sungsuman, sebagai wujud berakhirnya acara besar Pemilu 2024.

KULON PROGO - Hasil quick count dari berbagai lembaga survey menunjukkan kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomer urut 2.

Kemenangan Prabowo-Gibran juga nampak terlihat di rekapitulasi sementara pada website KPU.

Tentunya hal ini menjadi angin segar bagi pendukung keberlanjutan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Angin segar juga dirasakan Milisi Jokowi, yang mengadakan agenda, "Sumsuman Milisi Jokowi Jogjakarta", pada Sabtu malam (17/2).

"Hari ini kami berkumpul dengan agenda sungsuman, bukan syukuran kemenangan," ucap Pendiri Milisi Jokowi Gendut Minarto, saat ditemui awak media usai kegiatan sumsuman.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak sore hingga malam hari di Griya Kaminartan, Padukuhan Kedunggong, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, dihadiri puluhan milisi yang berasal dari 5 kabupaten DIY.

Dalam acara tersebut Minarto mengungkapkan, kegiatan ini bukanlah syukuran.

Ia menghormati proses rekapitulasi yang dilakukan KPU, sehingga ada baiknya tidak mendahului keputusan KPU.

Minarto menjelaskan, hasil quick count tidak menjadi patokan milisi, tetapi, ditegaskan bahwa hasil rekapitulasi sementara, merupakan suara rakyat yang menginginkan keberlanjutan kepemimpinan Presiden Joko Widodo, yang tercermin pada paslon Prabowo Gibran.

"Kalau adat Jawa, sumsuman itu dilakukan setelah acara pernikahan, sama halnya dengan acara yang digelar hari ini," ucap Minarto.

Menurut Minarto, Milisi Jokowi sudah bekerja keras untuk mengkonsolidasi kemenangan paslon nomer urut 2, sejak masa kampanye.

Sehingga perlu momen untuk mengembalikan tenaga dengan agenda sungsuman, seperti acara pasca pernikahan dalam adat jawa.

"Setelah acara ini, kami juga akan mengawal jalannya rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU, kalau kami menyebutnya mengawal suara," ucap Minarto.

Selain terkait kegiatan sungsuman, Minarto juga menampik isu kecurangan pemilu yang saat masa tenang digaduhkan dengan munculnya Film Dirty Vote.

Menurutnya film tersebut merupakan propaganda politik, dimana hal tersebut tidak didasari keinginan rakyat.

"Milisi Jokowi bukan berasal dari aktor politik, kami hanya rakyat biasa yang menganggap Jokowi sebagai panutan, sehingga adanya film itu tidak menggoyahkan pemikiran kami," ucap Minarto.

Menurutnya Milisi Jokowi, merupakan militan sejati, dimana lahirnya berasal dari buah pemikiran sosok Jokowi.

Sehingga Milisi Jokowi tidak terikat partai politik, bahkan ketika Pemilu 2024, banyak dari anggota milisi merupakan saksi-saksi partai namun tidak terikat.

Sementara itu, dalam sambutannya Kordinator Milisi Heri Keizer mengungkapkan, optimismenya terhadap kemenangan Prabowo Gibran sekali putaran.

Menurutnya kemenangan paslon nomer urut 2 berasal dari keinginan rakyat. "Sebenarnya tujuan awal kami adalah mengawal pemerintah Jokowi hingga akhir," ucap Heri dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan, pemerintahan Jokowi rawan digoyang, dengan isu-isu seperti saat pemilu.

Menurutnya jika pemerintahan Jokowi runtuh akan mengakibatkan efek domino, yang merugikan rakyat.

Sehingga keberlanjutan kepemimpinannya perlu dipertimbangkan, dengan melihat sosok paslon no 2. 

Editor : Bahana.
#Milisi Jokowi #quick count #Prabowo Gibran