Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bikin Merinding.. ! Tiga Rumah Warga di Kulon Progo Ini Diserbu Kawanan Ulat Flamboyan

Anom Bagaskoro • Jumat, 16 Februari 2024 | 22:46 WIB
BIKIN GELI: Warga menunjukkan salah satu sarang ulat flamboyan yang berada di pohon Sepe.
BIKIN GELI: Warga menunjukkan salah satu sarang ulat flamboyan yang berada di pohon Sepe.

KULON PROGO - Sebagian besar orang geli melihat ulat daun, apalagi rumahnya diserbu ribuan ulat tiap hatinya.

Hal ini terjadi di tiga rumah warga yang terletak di Padukuhan Wonobroto, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo. Rumah warga didatangi ribuan ulat.

"Serangan ulat sudah sejak tiga hari lalu, mulai masuk ke rumah malam tadi," ucap Siwin ibu rumah tangga yang rumahnya didatangi ribuan ulat, Jumat, (16/2/2024).

Siwin mengungkapkan, serbuan ulat mulai masuk ke rumahnya malam hari. Ribuan ulat menempel dinding rumah, kemudian masuk disela-sela rumah.

Dan akhirnya menempel di plafon rumah, dan akhirnya berjatuhan dari plafon rumah sekitar tengah malam.

"Malam hari mulai berjatuhan di lantai, ketika pagi kami menyapu lantai sudah banyak ulat yang tersebar," ucap Siwin.

Menurut Siwin, ulat tersebut berasal dari pohon Suromenggolo atau Sepe, yang terletak disamping rumahnya. Jenis tumbuhan ini merupakan kerabat pohon flamboyan.

Dimana daunnya merupakan makanan ulat flamboyan atau Pericyma cruegeri.

"Tidak gatal ketika mengenai kulit, hanya geli saja, apalagi malam sering berjatuhan dari plafon rumah," tutur Siwin.

Bahkan tetangga rumah Siwin, ada yang tidak bisa tidur akibat serbuan ulat. Siwin sendiri mengaku geli dengan ulat tersebut sehingga ketika malam hari, ia tidak tidur dengan nyenyak.

Ribuan ulat tersebut hanya mendatangi 3 rumah yang terletak secara berdekatan. Dan tumbuhan di dekat rumah milik Siwin meranggas akibat digerogoti oleh ulat flamboyan.

Siwin mengungkapkan bahwa ulat flamboyan tak bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Ulat yang seperti ulat balap ini enggan dimakan ternak seperti ayam yang dimiliki Siwin.

"Setiap tahun pasti terjadi, hanya di tahun ini lumayan parah dampaknya, biasanya satu minggu baru hilang," ucap Siwin.

BIKIN GELI: Salah satu warga sedang menyapu kawanan ulat flamboyan yang terjatuh dari plafon ke lantai rumahnya.
BIKIN GELI: Salah satu warga sedang menyapu kawanan ulat flamboyan yang terjatuh dari plafon ke lantai rumahnya.

Sejalan dengan Siwin, Widayat salah satu KK yang terganggu akibat serangan ulat dirumahnya. Ia mengungkapkan dirinya sudah menghubungi Damkar Kabupaten Kulon Progo untuk meminta bantuan menyingkirkan ulat.

"Infonya petugas akan datang untuk menyingkirkan serbuan ukat dengan membakar atau metode lainnya yang aman," ucap Widayat.

Widayat mengungkapkan, tumbuhan flamboyan disekitar rumahnya berjumlah tiga pohon. Dimana pohon tersebut bukanlah miliknya. Apabila pohon flamboyan itu miliknya, ia akan langsung memotong pohon tersebut.

Menurutnya kedatangan ribuan ulat cukup mengganggu aktivitas di dalam rumah. Apalagi ketika malam ulat mencari tempat hangat untuk berdiam diri, sehingga masuk kedalam rumah.

"Kami tidak tahu bagaimana cara mengatasi ini, saya sendiri juga belum pernah menggunakan pestisida untuk membunuh kawanan ulat," ucap Widayat.

Ia berharap masalah ini segera ditangani, agar aktivitas keluarganya dan KK lainnya tidak terganggu. Dan penanganannya diharapkan berkelanjutan agar, masalah ini tak muncul dikemudian hari. 

BIKIN GELI: Salah satu warga sedang menyapu kawanan ulat flamboyan yang terjatuh dari plafon ke lantai rumahnya.
BIKIN GELI: Salah satu warga sedang menyapu kawanan ulat flamboyan yang terjatuh dari plafon ke lantai rumahnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva
#kawanan #Kulon Progo #Ulat Flamboyan #rumah warga #Merinding #Diserbu