KULON PROGO - Sampai siang hari warga seputaran Pasar Plono, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, masih berkumpul di rumah salah satu warga, Senin (15/1).
Kegiatan itu diupayakan untuk audiensi sebelum pengukuran tanah oleh BPN. Pengukuran diadakan untuk keperluan Proyek Pembangunan Peningkatan Jalan Ruas Simpang Pasar Plono-Kebun Teh Nglinggo.
Harapan warga pupus setelah mendengar kabar adanya pembatalan pengukuran. Kekecewaan warga tak hanya berasal dari pembatalan. Melainkan, akumulasi dari kekecewaan sebelumnya.
Warga Plono sebelumnya mengalami kegetiran, setelah tuntutannya tidak dilaksanakan oleh pihak terkait.
Bahkan, sebelum pelaksanaan pengukuran, tidak ada aksi yang jelas sebagai jawaban atas tuntutan tersebut.
"Kami punya tuntutan, namun sampai saat ini tuntutannya tak kunjung dilaksanakan," ucap Mustohar.
Mustohar mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kulonprogo telah mengirimkan jawaban atas tuntutan warga. Namun, tindak lanjut dari Pemkab belum terlihat.
Ia juga menyoroti tentang proses pengadaan tanah. Pengadaan tanah harus sesuai dengan aturan perundang-undangan.
Di mana hal ini harus diupayakan dengan transparansi.
Mustohar menambahkan bahwa masyarakat sama sekali tidak menolak. Masyarakat hanya ingin adanya transparansi dan tahapan secara runtut.
"Kami sebenarnya tidak menolak, yang kami inginkan adalah komitmen dari pihak terkait," ujar Mustohar.
Menanggapi hal itu, Jagabaya Kalurahan Pagerharjo Bambang Untoro memberikan konfirmasi bahwa memang terjadi perubahan jadwal pengukuran. Kabar pengunduran jadwal, ia dapat secara mendadak.
"Kami pastikan segera menghubungi pihak terkait, untuk mengkomunikasikan terkait jadwal pengukuran," ucap Bambang.
Bambang juga memastikan tuntutan warga segera mendapatkan realisasi. Ia akan menjembatani tuntutan warga melalui audiensi yang akan segera digelar kembali. (cr7)