KULON PROGO- Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar Festival Nglarak Blarak dalam rangka Hari Jadi Ke-72 Kabupaten Kulon Progo tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito mengatakan, Nglarak Blarak sudah menjadi semacam identitas Kabupaten Kulon Progo. Harapan ke depan, olahraga tradisional yang telah mendunia ini tetap terus bertahan lestari.
Dijelaskan, Nglarak Blarak merupakan olahraga tradisional murni yang digali dari kearifan lokal warga yang tinggal di perbukitan Menoreh Kulon Progo. Latar belakang olahraga ini yakni aktivitas para penderes nira kelapa.
Ditambahkan, sejak diciptakan, olahraga tradisional ini telah meraih beberapa prestasi, pernah menjadi juara kedua kompetisi nasional tahun 2014. Bahkan, juara pertama ajang TAFISA World Games 2016 mewakili Indonesia.
Penjabat Bupati Kabupaten Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan, ia baru kali pertama menyaksikan Nglarak Blarak dan cukup terkesan.
Ni Made juga mengapresiasi para pemain yang didominasi muda-mudi. Menurutnya, Nglarak Blarak bisa menjadi media penyaluran energi positif, terlebih permainan ini mengajarkan bagaimana bekerja sama, cekatan, dan harus cepat dalam mengambil inisiatif.