IKIP PGRI Wates, Kulon Progo memiliki gedung baru yang diresmikan, kemarin (26/10). Gedung baru ini menjadi simbol perkembangan IKIP PGRI yang konsisten berjuang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian sekaligus pengembangan intelektual generasi bangsa.
Rektor IKIP PGRI Wates Sumpana mengatakan, visi dan misi IKIP PGRI yakni berusaha untuk menjadi lembaga pendidikan yang berbudaya dan bermartabat, sehingga dapat membentuk mahasiswa yang berkarakter luhur, beretika, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. "Gedung ini mungkin saja akan menjadi saksi terukirnya kisah-kisah sukses dan melahirkan orang-orang yang berguna bermanfaat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara," ucapnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki tantangan memberikan pendidikan dalam menyiapkan SDM unggul bersaing global dan internasional. Dia berharap mampu melampaui standar nasional pendidikan tinggi untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang bisa bersaing di tengah globalisasi dan tantangan zaman.
Sementara sambutan Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengkubuwono X yang dibacakan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIJ) Suhirman juga menyinggung tentang kualitas SDM yang harus ditingkatkan untuk menjawab kompleksitas global. Kehadiran gedung baru dan sarana pendukung IKIP PGRI Wates ini tentu akan memberikan dorongan signifikan dalam pengembangan kualitas SDM. “Besar harapan akan lahir manusia atau generasi bangsa yang mampu dan akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dari sini," ucapnya.
Penjabat Bupati Kabupaten Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, generasi saat ini harus mengenyam pendidikan tinggi untuk menghadapi tantangan zaman. IKIP PGRI bersedia membangun kampusnya di wilayah Kabupaten Kulon Progo juga menjadi salah satu keuntungan bagi warga masyarakat Kulon Progo di dunia pendidikan. Dia yakin pasti akan memberikan dampak positif bagi masyarakat juga pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. “Menumbuhkan motivasi orang tua maupun pelajar untuk dapat meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi," imbuhnya.
Editor : Din Miftahudin