RADAR JOGJA - Kapolres Kulonprogo AKBP Nunuk Setiawati sebut kecelakaan di perlintasan KM 520 + 4 petak jalan antara Stasiun Sentolo dan Stasiun Wates masih dalam penyelidikan.
Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban penumpang Argo Semeru dan Argo Wilis. Kecelakaan terjadi pada Selasa (17/10) tepatnya 13.15 WIB.
Kecelakaan berawal dari anjloknya KA 17 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng-Gambir. Tak berselang lama muncul KA 6 Argo Wilis relasi Bandung-Surabaya Gubeng dari arah barat menuju timur. Hingga akhirnya menabrak gerbong KA Semeru yang tergelincir.
"Penanganan sejauh ini masih tim terpadu Basarnas, PMI, dinas kesehatan dan TNI Polri dan kereta api. Semua bekerja untuk bagaimana penumpang ini bisa terlayani dengan baik, yang luka diberikan pengobatan oleh di kesehatan (dinas kesehatan)," jelasnya ditemui di lokasi kecelakaan Kereta, Selasa (17/10).
Nunuk memastikan tak ada korban jiwa dari kecelakaan ini. Hanya saja ada sejumlah penumpang yang mengalami luka ringan dan sedang. Semuanya telah terevakuasi dan ditangani oleh tim evakuasi lapangan.
"Korban jiwa tidak ada, nihil, tapi korban luka belum dipastikan berapa, petugas kesehatan di lapangan korban sudah evakuasi tadi. Ada satu ibu lansia yang memang syok luka lecet di punggung namun kita tidak ambil risiko dari kesehatan sudah bawa ke rumah sakit. Lainnya sudah diberi pengobatan di tempat dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya.
Untuk penumpang, lanjutnya, telah terakomodasi dengan bantuan kereta penumpang. Tepatnya kereta bandara yang mengakomodasi hingga Stasiun Wates. Untuk setelahnya melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir Jakarta.
Saat ini evakuasi masih berlangsung di lokasi kecelakaan. Terutama untuk gerbong KA Argo Semeru yang keluar dari jalur akibat tertabrak KA Argo Wilis. Hingga berita ini ditulis, upaya evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan.
"Kronologi awal tadi informasi dari rekan di lapangan, jadi kerikil terlihat di sebelah timur agak tergerus kemudian mengakibatkan gerbong agak miring sehingga ketika dua kereta bertemu agak miring sehingga bersenggolan dan terjadi beberapa gerbong anjlok," ujarnya.
Salah seorang penumpang KA Argo Semeru Eko menuturkan kejadian berlangsung cepat. Saat itu dia sedang tertidur selepas dari Stasiun Tugu Jogjakarta. Tepatnya, jeda 20 menit setelah berangkat dari Stasiun tersebut.
Setibanya di lokasi kecelakaan, tiba - tiba gerbong yang dia tumpangi anjlok. Hingga akhirnya gerbong 8C tempat dia duduk tertemper KA Argo Wilis dari arah barat ke Timur.
"Saya tidur terus dengar saja terus jatuh. Saya dari Solo mau ke Jakarta. Saat di dalam tadi samping saya ada ibu-ibu. Saya utamakan ibu-ibu dulu. Saat itu debu sudah masuk gerbong, evakuasinya pelan-pelan," katanya.
Kacab Jasa Raharja DIY Amin Mustofa pastikan seluruh korban kecelakaan mendapatkan asuransi Jasa Raharja. Berupa santunan sebesar Rp 20 juta untuk korban luka.
"Data inventaris penumpang sekitar 500, total dari dua kereta yang kecelakaan. Untuk jumlah korban masih kami data," ujarnya. (dwi)