Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

HUT Ke-72 Kulon Progo, Cetak Rekor Muri Penari Angguk Terbanyak di Dunia

Hendri Utomo. • Senin, 16 Oktober 2023 | 13:50 WIB
KOLOSAL: Pemecahan rekor Muri penari angguk terbanyak di puncak peringatan Hari Jadi Ke 72 Kabupaten Kulon Progo, di Alun-Alun Wates, Minggu (15/10).HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
KOLOSAL: Pemecahan rekor Muri penari angguk terbanyak di puncak peringatan Hari Jadi Ke 72 Kabupaten Kulon Progo, di Alun-Alun Wates, Minggu (15/10).HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

 


RADAR JOGJA - Puncak peringatan Hari Jadi Ke-72 Kulon Progo tahun 2023 yang dipusatkan di Alun-Alun Wates berlangsung semarak Minggu (15/10). Ribuan penari angguk yang ikut memeriahkan acara, juga berhasil memecahkan rekor Muri.


Kepala Dinas Pariwisata Joko Mursito mengatakan, tari angguk yang berhasil memecahkan rekor MURI ini diberi judul Lagu Wirasa. Ini memuat makna setiap orang dalam melakukan perjalanan harus penuh dengan tenggang rasa dan toleransi.
Tarian ini juga bisa diartikan sebagai semangat keluar dari situasi pandemi, menata ekonomi dan kehidupan termasuk menata pariwisata. Ini agar kemudian bisa leading memperbaiki semua hal dalam pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.


Jumlah penari 7.200 orang, 3.273 di antaranya pelajar dari 12 sekolah. Rinciannya SMPN 1 Wates (330 siswa), SMPN 2 Wates (120 siswa), SMPN 3 Pengasih (100 siswa), SMPN 4 Wates (239 siswa), SMPN 5 Wates (150 siswa) SMPN 1 Pengasih (200 siswa), SMPN 2 Pengasih (110 siswa), SMPN 3 Wates (100 siswa), SMAN 1 Pengasih (300 siswa), SMAN 1 Wates (400 siswa), SMAN 2 Wates (210 siswa) dan SMKN 1 Pengasih (1.014 siswa).


"Juga melibatkan para pejabat yang ikut menjadi peserta upacara. Kami beri nomor dengan target 7.200 orang dan itu disesuaikan dengan angka HUT Kulon Progo Ke 72 tahun. Ini tadi tercapai, bahkan lebih," ungkap Joko.


Dijelaskan, koreografi dan aransmen musik diadaptasi dari angguk yang sudah ada, kemudian disajikan menjadi angguk sederhana yang mudah dilakukan tetapi tetap asyik. Musik diaransemen lebih energik dan dinamis daripada musik aslinya.
"Penari jadi bisa lebih energik menikmati dinamika musik yang dilantunkan. Kami yang buat musiknya, kemudian kami sosialisasikan secara kolektif ke sekolah-sekolah yang mengirimkan peserta," jelasnya.


Menurutnya, tarian angguk dipilih karena sejak tahun 2013 sudah ditetapkan sebagai kesenian unggulan Kulon Progo, yang dituangkan dalam SK Bupati Kulon Progo. Bahkan masuk menjadi salah satu peraih penghargaan atraksi wisata budaya terbaik di Indonesia.


Hari itu juga disajikan orkestra mengemas dan membalut lagu-lagu Kulon Progo yang selama ini belum pernah dilakukan. "Mudah mudahan dengan energi orkestrasi musik ini betul-betul bisa menambah grengseng gayeng dan semangat masyarakat Kulon Progo dalam membangun masa depan," katanya.


Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengapresiasi acara ini. Ia menyebut tari angguk kolosal kali ini menjadi gambaran kolaborasi atau kebersamaan seluruh masyarakat Kulon Progo yang bertekad kuat menuju Kulon progo yang lebih sejahtera.


"Ya, jelas ini juga menjadi promosi pariwisata sebagai tarian khas Kulon Progo. Sekali lagi selamat Hari Jadi Kulon Progo semoga Kulon Progo ke depan benar-benar semakin baik dan bisa berdaya saing," ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X menyampaikan, semangat Hari Jadi Ke-72 Kulon Progo jelas terlihat dari pancaran tombak pusaka Kanjeng Kyai Amiluhur penghargaan dari Keraton Jogjakarta Hadiningrat dan Kyai Bantar Angin dari Kadipaten Paku Alaman yang sudah diserahkan sejak 23 tahun silam.


Tersirat makna yang mengisyaratkan upaya kesungguhan dalam mencapai cita-cita menuju masyarakat yang adil makmur dan sejahtera. Seluruh jajaran pimpinan dan pemerintah Kabupaten Kulon Progo bisa merefleksikan amanah tersebut dengan senantiasa menjaga tekad kuat yang berakar dan berpihak kepada rakyat.


"Dua pusaka kebesaran wilayah ini merupakan lambang bersatu padunya seluruh rakyat di delapan penjuru angin termasuk kolaborasi visi legislatif dan eksekutif dalam usaha mensejahterakan rakyatnya," ungkapnya. (tom/laz)

Editor : Satria Pradika
#Kulon Progo #MURI #rekor muri #Alun-alun Wates