Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Digadang Jadi Bacawapres Prabowo, Yenny Wahid Tidak Ingin Gegeden Rumongso Di Sendangsari

Hendri Utomo. • Jumat, 13 Oktober 2023 | 20:31 WIB

KEBANGSAAN: Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) saat mengisi pengajian dengan ceramah kebangsaan di Pengasih, Kulon Progo, Kamis (12/10) malam. FOTO : HENDRI UTOMO
KEBANGSAAN: Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) saat mengisi pengajian dengan ceramah kebangsaan di Pengasih, Kulon Progo, Kamis (12/10) malam. FOTO : HENDRI UTOMO
KULON PROGO- Zannuba Ariffah Chafsoh atau lebih akrab disapa Yenny Wahid santer dikabarkan bakal menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pemilu 2024.

Menanggapi hal itu, Yenny mengaku tidak mau gegeden rumongso atau kepedean digadang menjadi bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto.

"Persiapan opo?? rasah GR (Gegeden Rumongso) to mas. Udah saya malah pengen fokusnya yang tadi. Ada banyak sekali hal-hal yang perlu menjadi perhatian kita. Pilpres ini penting, tapi bahwa tanpa pilpres pun kita harus tetap berjuang untuk kepentingan masyarakat," ucap Yenny Wahid sebagai Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) juga politikus, usai mengisi pengajian di Pengasih, Kulon Progo, Kamis (12/10/2023) malam.

Yenny menyebut, tidak ada pendekatan khusus terhadap Prabowo Subianto. Sebab Yenny selama ini merasa sudah dekat dengan Prabowo termasuk dengan Bacapres Ganjar Pranowo.

"Siapa yang pendekatan khusus? Udah dekat kok. Saya dekat dengan pak Prabowo dekat, dengan Mas Ganjar juga dekat. Nanti, saat ini belum tahu," katanya diplomatis.

"Sebetulnya kalau upaya hukum itu sah-sah saja, semua orang berhak untuk punya aspirasi, tapi masyarakat juga berhak punya penilaian. Pada akhirnya kan seperti itu. Jadi kita lihat aja prosesnya seperti apa, hasilnya seperti apa. Masih minggu depan," katanya.

Seperti diketahui, MK akan menyampaikan putusan terkait batas usia capres-cawapres pada Senin (16/10) mendatang.

Hal itu menjadi polemik, terlebih bisa membuka kesempatan bagi Gibran Rakabuming Raka maju menjadi bakal Cawapres mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 mendatang.

Batas minimal usia capres-cawapres sendiri berdasarkan Pasal 169 huruf q UU Pemilu yaitu 40 tahun.

Sementara Gibran yang saat ini mendapat dukungan dari berbagai elemen khususnya akar rumput Partai Gerindra untuk maju jadi cawapres namun masih berusia 36 tahun.

Baca Juga: Panwaslu Harus Jadi Wasit yang Jujur dan Terpercaya

Pada bagian lain, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid juga sempat menyinggung konflik Palestina - Israel saat mengisi pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo.

Di depan ratusan jamaah Yenny menggambarkan konflik yang merugikan kedua negara. Indonesia dibutuhkan sebagai penengah konflik.

"Posisi Indonesia yang paling penting sekarang adalah memperjuangkan koridor kemanusiaan. Sebab banyak sekali, baik masyarakat Gaza juga ada penduduk Indonesia yang masih terjebak di sana. Tadi malam saya bahkan sempat kontak dengan WNI yang terjebak di sana, dia ketakutan ingin sekali keluar dari Gaza, sementara disana banyak pintu yang diblokade Israel," ungkapnya.

Terkait hal ini, Yenny menekankan agar pemerintah Indonesia terlibat aktif dalam upaya meredakan konflik dua negara tersebut.

Indonesia harus fokus memberikan pertolongan dengan koridor kemanusiaan. Yang bisa dievakuasi harus dievakuasi, bantuan kemanusiaan makanan, obat-obatan, air, dan sebagainya upayakan.

Terlebih Indonesia masih bagian dari dewan keamanan PBB yang memungkinkan untuk melakukan di-eskalasi ketegangan konflik Palestina dan Israel.

Baca Juga: Hideki Kamiya Keluar dari Platinum Games, Dirinya Merasa Lega

"Hal ini penting untuk meminimalisir korban jiwa dampak perang. Indonesia harus memanfaatkan posisinya dengan maksimal, lakukan lobi-lobi kepada banyak negara. banyak negara yang menginginkan eskalasi (menurunkan ketegangan) di sana termasuk Norwegia. Itu bisa dilobi dirangkul untuk bersama-sama mendesak agar semua melakukan gencatan senjata. Karena perang itu tidak akan menimbulkan kebaikan buat siapapun, yang ada korban jiwa di kedua belah pihak," tegasnya. (tom)

Editor : Bahana.
#gus dur #capres #radar jogja #cawapres #prabowo suabianto #Yenny Wahid