Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Uap Air dari Samudera Hindia Buat Pesisir Selatan Jogjakarta Berkabut

Khairul Ma'arif • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 04:28 WIB
ILUSTRASI: Pesawat landing di YIA Temon, Kulonprogo dari arah barat, kemarin.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)
ILUSTRASI: Pesawat landing di YIA Temon, Kulonprogo dari arah barat, kemarin.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)

 

RADAR JOGJA - Kabut tebal menyelimuti beberapa wilayah di pesisir selatan DIJ. Akibatnya, membuat jarak pandang semakin pendek karena terhalangi kabut tebal. Ruas jalan di Pantai Samas, Bantul dan Yogyakarta Internasional Airport, Kulon Progo diterjang kabut tebal pada Jumat (6/10) sore menjelang malam hari. Namun, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkannya karena memang itu fenomena yang biasa.

 Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Jogjakarta Warjono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kabut di dua wilayah tersebut. Keduanya terjadi saat sore hari pukul 17.00 hingga sekitar pukul 18.30. Dia menyampaikan, kabut umumnya disebabkan oleh suhu udara yang dingin diikuti dengan kelembapan udara permukaan yang tinggi. Dari situ terjadi kondensasi berupa pembentukan butiran air yang mengambang di udara dekat permukaan bumi.

"Oleh karena itu kabut dapat terjadi pada dini hari, pagi hari dan pada saat sore hari hingga menjelang malam hari," katanya kepada Radar Jogja, kemarin (6/10).

 Baca Juga: Pantai Selatan Diselimuti Kabut Tebal di Siang Hari, Akibatkan Para Nelayan Gunungkidul Kesulitan Bersandar

Lanjutnya, kabut yang terjadi di wilayah Bandara YIA kemarin sore hari disebabkan adanya uap air dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Bandara YIA atau bisa disebut transfer kelembapan. Kata Warjono, sifat udara seperti balon ketika udara dingin menyusut dan saat panas mengembang. Oleh karena itu, saat menyusut pada sore hari maka uap air yang ada akan sampai ke permukaan bumi sehingga menyebabkan kabut.

"Biasanya kabut akan hilang seiring pemanasan matahari atau saat kecepatan angin relatif kencang," tambahnya.

 Baca Juga: Kabut Tebal Turun Lagi di Sleman, Masyarakat : Saya Kira Pembakaran Sampah

Meski di musim kemarau seperti ini, Warjono mengungkapkan adanya kabut merupakan sesuatu yang lumrah. Tidak ada keterkaitan dengan fenomena alam lainnya terkait kabut kemarin. Tetapi, untuk pengendara kendaraan bermotor akan terganggu jarak pandangnya. Oleh karena itu, dia mengimbau untuk hati-hati jika menemukan kabut tebal seperti itu.

"Itu hal yang biasa terjadi bahkan di musim kemarau yang sering terjadi kabut itu. Jarak pandang terhalangi jadi harus berhati-hati," ucapnya. Di musim penghujan kabut biasa terjadi pada siang hari di daerah pegunungan.

 

Menurutnya, memang jika di musim kemarau ini kabut malah sering hadir di pesisir pantai. Tetapi, memang tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah pegunungan. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir yang terpenting tetap berhati-hati saat di jalan. (rul)

Editor : Heru Pratomo
#kabut #YIA #pesisir selatan #BMKG