Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Turun Kabut di Sore Hari, Jarak Pandang di YIA Tinggal 500 Meter

Khairul Ma'arif • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 18:35 WIB

YIA 

PROSPEKTIF: Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) akan meningkatkan perekonomian warga. Potensi ini akan semakin terbuka dengan adanya jalan tol ruas Jogjakarta YIA. RADAR JOGJA FILE
PROSPEKTIF: Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) akan meningkatkan perekonomian warga. Potensi ini akan semakin terbuka dengan adanya jalan tol ruas Jogjakarta YIA. RADAR JOGJA FILE

 

RADAR JOGJA - Kabut tebal menyelimuti beberapa wilayah di pesisir selatan DIJ. Akibatnya, membuat jarak pandang semakin pendek karena terhalangi kabut tebal. Ruas jalan di Pantai Samas, Bantul dan Yogyakarta Internasional Airport, Kulon Progo diterjang kabut tebal pada Jumat (6/10) sore menjelang malam hari.


Relation Manager YIA PT Angkasa Pura (AP) I Ike Yutiane menyebut, peringatan dini cuaca di wilayah YIA sempat muncul pada pukul 18.11. "Terjadi kabut dengan jarak pandang 500 meter," katanya, Jumat (6/10).

Dijelaskan, kondisi itu mengakibatkan penerbangan sempat berpengaruh. Di antaranya holding area untuk penerbangan dengan kode pesawat PAS IP 244 dan BTK ID 7551. Kemudian Divert juga terjadi untuk pesawat dengan kode perbengan SJV Super Air Jet 950 Divert SUB, LNI Lion Air 567 Divert SUB dan LNI Lion Air 665 Divert SUB.

Selain itu juga ada yang return to base untuk pesawat dengan kode penerbangan BTK Batik Air 6372 RTB CGK dan TNU Trans Nusa 5536 RTB CGK. “Namun pukul 19.00, seluruh pesawat yang sempat holding sudah mendarat di YIA," jelasnya.


Ketika dikonfirmasi Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Jogjakarta Warjono mengonfirmasi adanya kabut di dua wilayah tersebut. Keduanya terjadi saat sore hari pukul 17.00 hingga sekitar pukul 18.30. Dia menyampaikan, kabut umumnya disebabkan oleh suhu udara yang dingin diikuti dengan kelembapan udara permukaan yang tinggi.


Kondisi itu membuat terjadi kondensasi berupa pembentukan butiran air yang mengambang di udara dekat permukaan bumi. "Oleh karena itu kabut dapat terjadi pada dini hari, pagi hari dan pada saat sore hari hingga menjelang malam hari," katanya kepada Radar Jogja, kemarin (6/10).

Lanjutnya, kabut yang terjadi di wilayah Bandara YIA kemarin sore hari disebabkan adanya uap air dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Bandara YIA atau bisa disebut transfer kelembapan. Kata Warjono, sifat udara seperti balon ketika udara dingin menyusut dan saat panas mengembang. Oleh karena itu, saat menyusut pada sore hari maka uap air yang ada akan sampai ke permukaan bumi sehingga menyebabkan kabut. "Biasanya kabut akan hilang seiring pemanasan matahari atau saat kecepatan angin relatif kencang," tambahnya.

Meski di musim kemarau seperti ini, Warjono mengungkapkan adanya kabut merupakan sesuatu yang lumrah. Tidak ada keterkaitan dengan fenomena alam lainnya terkait kabut kemarin. Tetapi, untuk pengendara kendaraan bermotor akan terganggu jarak pandangnya. Oleh karena itu, dia menghimbau untuk hati-hati jika menemukan kabut tebal seperti itu. "Itu hal yang biasa terjadi bahkan di musim kemarau yang sering terjadi kabut itu. Jarak pandang terhalangi jadi harus berhati-hati," ucapnya. Di musim penghujan kabut biasa terjadi pada siang hari di daerah pegunungan.

Menurutnya, memang jika di musim kemarau ini kabut malah sering hadir di pesisir pantai. Tetapi, memang tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah pegunungan. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir yang terpenting tetap berhati-hati saat di jalan. (rul/tom/pra)

Editor : Satria Pradika
#samudera hindia #Uap Air #YIA #pesisir selatan