RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelar job fair untuk serap tenaga kerja. Job fair merupakan pertemuan antara pencari kerja dan yang menggunakan tenaga kerja. Juga mengantisipasi terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Job fair diadakan di Aula SMKN 2 Pengasih Kulon Progo. Kegiatannya berlangsung selama dua hari pada Rabu hingga Kamis (9-10/8/2023). Ada banyak perusahaan pencari kerja yang turut serta dalam job fair dengan membuka stand.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulon Progo Nur Wahyudi mengakujob fair sangat efektif karena perusahaan langsung berhubungan dengan pencari ke rja. Menurutnya, informasi beserta spesifikasi pekerjaan yang dibutuhkan menjadi terbuka. "Proses perusahaan untuk ikut serta dalam job fair sangat detail untuk mengantisipasi adanya TPPO," ungkapnya
Job fair, kata dia, memang agenda rutin yang dilaksanakan oleh dinas yang dipimpinnya. Tujuannya jelas agar memberikan informasi pada pencari kerja terkait lowongan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kulon Progo maupun di luar. "Jadi untuk tahun ini job fair kami diikuti 25 perusahaan dan lembaga yang berlokasi di Kulon Progo Bantul, Sleman, dan Kota Jogja kemudian Batam serta perusahaan penempatan pekerja migran. Sekaligus ada proses rekrutmen melalui mekanisme antar kerja antar negara jadi sekaligus perusahaan menyelenggarakan rekrutmen," tuturnya.
Dia menuturkan, berdasarkan data Informasi Pasar Kerja (IPK) Disnakertrans Kulon Progo hingga Juni 2023, jumlah pencari kerja sebanyak 1.694 orang. Angka tersebut dengan rincian 723 orang laki-laki dan 971 orang perempuan. Sementara yang terdaftar sebanyak 2.810 lowongan kerja dari 160 pengguna atau user tenaga kerja yang mendaftarkan lowongannya ke Disnakertrans Kulon Progo.
Sementara itu, hingga akhir Juni 2023 jumlah pencari kerja yang berhasil ditempatkan sebanyak 1.038 orang. Sedangkan pencari kerja yang belum ditempatkan hingga akhir Juni 2023 sebanyak 512 orang. "Dengan adanya job fair diharapkan dapat menyerap lebih banyak lagi pencari kerja, karena tanpa dukungan dari semua pihak khususnya para pengusaha/perusahaan pengguna, upaya kami untuk mengatasi masalah pengangguran akan sia-sia," ucap Made.
Pada job fair kali ini ada sebanyak 25 perusahaan yang terdiri dari perusahaan lokal Kulon Progo, Lokal DIJ, Batam, serta P3MI untuk proses penempatan tenaga kerja Antar Kerja Antar Negara. Lembaga pelatihan swasta juga dilibatkan dalam job fair ini sebagai mitra dalam menyiapkan kompetensi calon tenaga kerja. (cr3)