Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disbud Kulon Progo Gelar Event Kebudayaan Hingga Akhir Tahun 2023

Khairul Ma'arif • Rabu, 9 Agustus 2023 | 22:42 WIB
SPESIAL: Niken Probo Laras (tengah) saat memberikan pemaparan kepada wartawan di Kulon Progo Rabu (9/8). (Khairul Ma
SPESIAL: Niken Probo Laras (tengah) saat memberikan pemaparan kepada wartawan di Kulon Progo Rabu (9/8). (Khairul Ma

 

KULON PROGO - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulon Progo menggelar berbagai agenda seni budaya. Mulai dari perlombaan karya sastra, seni teater, seni rupa beserta pamerannya, tari, seni tradisi, menyanyi, dan acara kebudayaan yang dapat dinikmati banyak warganya. Penyelenggaraannya sudah digelar dan akan terus berlangsung hingga Desember 2023.

Kepala Disbud Kulon Progo Niken Probo Laras mengatakan, untuk Agustus ini banyak agenda kebudayaan yang besar. Hal itu karena sekaligus untuk peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI.

"Ada parade budaya perbatasan mulai 18-20 Agustus merupakan program komunikasi dialogis dengan daerah perbatasan seperti Magelang, Purworejo, Sleman dan Bantul," katanya kepada wartawan, kemarin (9/8).

Nantinya, di tiap perbatasan itu ada acara-acara kesenian yang akan digelar. Komunikasi dialogis dengan daerah perbatasan di Magelang digelar di Gerbang Samudra Raksa. Untuk yang berbatasan dengan Purworejo digelar di Lapangan Hargomulyo Kokap. Berbatasan dengan Bantul digelar di daerah Jatirejo, Lendah.

Penampilan yang ditonjolkan di tiap daerah berbeda-beda. Perbatasan Bantul akan pagelaran reog wayang.

Selain itu, ada publikasi seni dan budaya, pentas apresiasi art for children, Festival Budaya Menoreh, dan Pentas Sendratari Nyi Ageng Serang. Namun, agenda yang paling besar pada 26 Agustus ada gabungan kegiatan.

Pagi hari digelar lomba bakiak di Alun-Alun WatesWates. Dilanjutkan pameran 12 stan warisan budaya tak benda. Siang hari digelar tari penyambutan Sri Kayun dan parade Festival Budaya Menoreh yang diikuti peserta dari luar Kulon Progo.

Banyak juga pementasan yang dilakukan anak-anak hingga remaja pada Agustus ini. Ada pelatihan secara komprehensif untuk mendukung pementasan.

Niken menyebut, dalam prosesnya dilakukan perekrutan terlebih dahulu. "Contoh seni tari dibutuhkan 25 orang, yang daftar sekitar 85 orang, karena online dibatasi. Jadi, saya tidak bisa memainkan online," tambahnya.

Akhirnya, yang tidak terdaftar itu mendaftarkan diri ke sanggar tari swasta yang jumlahnya banyak di Kulon Progo.

Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Disbud Kulon Progo Wruhantoro mengungkapkan, pada 12 Agustus akan menggelar Kulon Progo Annual Art yang merupakan pameran seni rupa tahunan. Kegiatan tersebut merupakan ajang promosi dan diplomasi untuk ekonomi, sosial, budaya, dan seni di Kulon Progo. Setiap karya yang turut serta dalam pameran akan diurasi yang ketat.

Meski gaungnya pameran, tetapi dari diplomasi seni ini sudah tingkat nasional. Hal itu karena menghadirkan banyak kolektor kelas kakap yang dapat menjadi nilai jual pameran.

"Festival Budaya Menoreh yang mengundang kontingen dari DIY komplet, Jateng, Jabar, dan Jatim, yang sudah konfirmasi hadir. Itu gambaran kegiatannya yang sudah ditetapkan ikonik Kulon Progo," ungkap Wruhantoro.

Festival Budaya Menoreh sempat mandeg selama tiga tahun karena pandemi Covid-19. Pria yang biasa disapa Toro itu mengklaim, Festival Budaya Menoreh menjadi media silaturahmi serta promosi dan diplomasi budaya. Hal itu agar Kulon Progo dikenal lagi dari sisi seni, budaya, dan pariwisata karena event strategis. (cr3)

Editor : Amin Surachmad
#dinas kebudayaan #seni budaya #festival budaya menoreh #HUT ke-78 Kemerdekaan RI