"Mural ini sebetulnya dawuh dari Provinsi DIJ. Seni dan budaya dalam penutupan FKY akan digelar dengan latar belakang truk mural. Jadi setelah pentas di dalam auditorium TBK, mereka juga pentas di dekat lima truk mural ini," ucap Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulonprogo Niken Probo Laras.
Dijelaskan, pesan yang disampaikan adalah rasa syukur dan kebebasan berekspresi setelah genap dua tahun dibekap pandemi Cocid-19. Jika dua tahun sebelumnya FKY hanya bisa dilakukan secara tertutup dan live streaming, kali ini bisa digelar langsung."Tentu tidak hanya hiburan bagi masyarakat, tetapi mereka juga bisa menghayati dan menikmati sajian seni tradisi dan budaya kekayaan DIJ khususnya Kulonprogo yang penuh dengan tuntunan atau edukasi," jelasnya.
Menurutnya, selama penyelenggaraan FKY di TBK Pengasih jumlah pengunjungnya mencapai ribuan orang. Puncak penutupan juga diprediksi akan membludak. "Kalau truk mural di FKY ini baru kali pertama ada dan ini menjadi salah satu pembeda dari penyelenggaraan FKY sebelumnya," ujarnya.
Salah satu perupa Kulonprogo Teguh Paino, warga Gununggempal, Giripeni, Pengasih mengungkapkan, dia melukis sesuai tema yakni tanah dan air dan keseimbangan alam. Hal itu diungkapkan dengan Gunung Merapi, kemudian Dewi Sri sebagai simbol kemakmuran dan juga ada gupolo dan Punakawan sebagai simbol rakyat.
Semua dipadupadankan sehingga menjadi relevan dengan tema tanah dan air. “Harapan kami lukisan mural ini mampu membangun kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, menjaga air dan tanah yang penting sekali bagi kehidupan saat ini dan akan datang," ungkapnya. (tom/din) Editor : Editor Content