Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diduga Dibunuh, Motor dan Handphone Raib

Editor News • Kamis, 25 Maret 2021 | 18:22 WIB
RAIB: Barang berharga milik DSD,22 wanita yang sebelumnya tewas di Wisma Sermo pada Selasa (23/3) diketahui telah raib sebelum mayatnya ditemukan. (IWAN  NURWANTO/RADAR JOGJA)
RAIB: Barang berharga milik DSD,22 wanita yang sebelumnya tewas di Wisma Sermo pada Selasa (23/3) diketahui telah raib sebelum mayatnya ditemukan. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA- Barang berharga milik DSD,22 wanita yang sebelumnya tewas di Wisma Sermo pada Selasa (23/3) diketahui telah raib sebelum mayatnya ditemukan. Diduga wanita tersebut menjadi korban pembunuhan sekaligus pencurian dengan kekerasan.

 

Kasubag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, saat ini perkara tersebut telah masuk dalam tahap penyidikan. Sebelumnya polisi juga telah melakukan autopsi dan menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

Usai meminta keterangan dari keluarga korban, diketahui DSD pada pagi harinya sempat pamit kepada keluarganya untuk mencari kerja di wilayah Punukan, Wates, Kulonprogo. Namun demikian, keterangan dari keluarga korban masih minim karena tengah dalam kondisi berduka.

 

Saat berangkat korban juga mengendarai sepeda motor dan membawa tas yang biasa dipakainya untuk bekerja. Di dalam tas tersebut disimpan barang berharga korban seperti dompet dan handphone.

 

"Namun, saat ditemukan sepeda motor, handphone dan tas korban sudah tidak ada," katanya Kamis (25/3).

 

Jeffry menambahkan, dari pemeriksaan sementara, saat ini polisi menduga DSD merupakan korban pembunuhan dengan kekerasan. Hal tersebut diperkuat dengan hasil autopsi dan barang berharga milik korban yang raib.

 

Korban tewas karena pukulan benda tumpul dibagian belakang kepala korban. Dimana ada tanda kekerasan pada sisi belakang tengah kepala korban yang mengakibatkan pendarahan bilik otak dan memar batang otak. Sehingga menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan membuat DSD mati lemas.

 

Tanda-tanda lain pemeriksaan luar pada tubuh korban, lanjut Jeffry, petugas juga menemukan luka memar pada bagian perut sisi kanan, bintik pendarahan lasa kulit wajah, kebiruan pada jaringan bawah kuku tangan dan kaki serta selaput lendir dan mulut, dan pelebaran pembuluh darah pada selaput biji mata.

 

"Adanya tanda kekerasan benda tumpul pada kepala sisi belakang bagian tengah yang mengakibatkan pendarahan bilik otak dan memar batang otak sehingga menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan mati lemas (asfiksia)," tambahnya. (inu/sky) Editor : Editor News
#Pembunuhan #wisma sermo