Sering Minum Manis Tiap Hari? Ini 7 Bahaya Gula Berlebihan yang Diam-diam Mengintai

Syofiyanti Ningsi Dg Parany • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 09:15 WIB
Ilustrasi makanan manis mengandung banyak gula. (Dok Pinterest)
Ilustrasi makanan manis mengandung banyak gula. (Dok Pinterest)

 

RADAR JOGJA - Es teh manis, kopi susu, kue, hingga minuman kemasan sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang.

Rasanya memang nikmat, tetapi jika dikonsumsi terlalu sering, gula berlebih bisa membawa masalah bagi kesehatan.

Tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi.

Namun, konsumsi gula tambahan yang terlalu banyak dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Baca Juga: 256 RTLH Rampung Diperbaiki, 15.342 Rumah di Gunungkidul Masih Menunggu

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari.

Sementara WHO menyarankan konsumsi gula bebas kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian, dan lebih baik sekitar 25 gram per hari.

Tanpa disadari, batas tersebut bisa cepat terpenuhi hanya dari minuman manis dan camilan sehari-hari.

Baca Juga: Pelaku Tukar Uang Palsu Jadi Saldo DANA di Sleman Ditangkap, Polisi Buru Pemasok

7 Dampak Gula Berlebihan

1. Berat badan naik

Makanan dan minuman tinggi gula mengandung banyak kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, kalori tersebut dapat menumpuk menjadi lemak dan memicu obesitas.

2. Risiko diabetes meningkat


Asupan gula berlebihan dapat membuat tubuh terus bekerja mengatur kadar gula darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

3. Mengganggu kesehatan jantung


Terlalu banyak gula dapat berkaitan dengan peningkatan trigliserida dan tekanan darah, yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Jalan Bogor-Pulutan di Gunungkidul Rusak 1,8 Km, Baru 359 Meter Direkonstruksi

4. Memicu perlemakan hati

Kelebihan gula, terutama fruktosa, dapat diproses menjadi lemak di hati. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa menyebabkan perlemakan hati.

5. Merusak gigi


Bakteri di mulut menggunakan gula untuk menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

6. Memengaruhi kondisi kulit


Kadar gula yang tinggi dapat memicu proses glikasi yang memengaruhi kolagen dan elastin. Akibatnya, kulit bisa kehilangan elastisitas dan lebih mudah menunjukkan tanda penuaan.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Restoran di Solo Raya dengan Menu Nasi Briyani

7. Energi mudah naik-turun


Gula dapat memberikan energi dengan cepat, tetapi setelahnya tubuh bisa terasa lemas atau sulit fokus.

Kondisi ini juga dapat membuat seseorang kembali mencari makanan atau minuman manis.

Gula tidak hanya ditemukan dalam makanan yang terasa manis. Saus, roti, sereal, yoghurt rasa, kopi sachet, dan makanan instan juga bisa mengandung gula tambahan.

Karena itu, biasakan membaca label nutrisi sebelum membeli makanan atau minuman.

Baca Juga: Disdikpora Kulon Progo Akui Keliru Atur Royalti LKS, Bahan Ajar Digital Harusnya Gratis

Cara Sederhana Mengurangi Gula

Tidak perlu langsung berhenti mengonsumsi gula.

Cobalah menguranginya secara bertahap, misalnya mengurangi gula pada teh dan kopi, mengganti minuman manis dengan air putih, memilih buah utuh, serta membatasi camilan manis.

Gula bukan musuh, tetapi jumlahnya perlu dikendalikan.

Kebiasaan kecil mengurangi gula setiap hari bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Bahaya Gula Berlebihan WHO minuman kemasan minum manis risiko kesehatan