RADAR JOGJA - Kopi telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang. Sebagian orang memilih kopi hitam karena ingin menikmati aroma dan cita rasa asli dari biji kopi. Sementara itu, kopi susu lebih banyak diminati karena memiliki rasa yang lebih lembut dan cenderung mudah diterima oleh lidah.
Di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan mengenai pilihan yang lebih baik untuk kesehatan, terutama bagi mereka yang rutin mengonsumsi kopi. Apakah kopi hitam lebih sehat dibandingkan kopi susu?
Pada dasarnya, tidak ada jawaban mutlak bahwa salah satu jenis kopi selalu lebih sehat. Hal yang perlu diperhatikan justru komposisi minuman secara keseluruhan, termasuk jumlah gula, sirup, krimer, susu, serta asupan kafein yang dikonsumsi setiap hari.
Kopi Hitam Lebih Rendah Kalori
Kopi hitam pada umumnya dibuat hanya dari seduhan kopi dan air. Tidak adanya tambahan gula, susu, krimer, maupun sirup membuat minuman ini memiliki jumlah kalori yang relatif rendah.
Baca Juga: Lagi dan Lagi Video Detik-Detik Puluhan Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG Viral
Selain itu, kopi mengandung senyawa bioaktif dan antioksidan yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Konsumsi kopi dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk kemungkinan menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Kopi hitam tanpa gula juga dapat membantu seseorang mengurangi asupan gula tambahan. Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu diperhatikan karena kandungan kafeinnya dapat menimbulkan efek berbeda pada setiap orang.
Pada sebagian orang, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan jantung berdebar, rasa gelisah, hingga gangguan tidur.
Kopi Susu Tidak Selalu Buruk bagi Kesehatan
Baca Juga: Motor Digadaikan Warga Magelang untuk Judi Hendak Ditebus tapi Ditangkap Lebih Dulu
Kopi susu sering dianggap kurang sehat karena identik dengan minuman manis. Padahal, susu yang digunakan dalam kopi dapat memberikan sejumlah nutrisi, seperti protein dan kalsium.
Yang perlu menjadi perhatian adalah bahan tambahan dalam minuman tersebut. Kopi susu dengan sedikit gula tentu memiliki kandungan yang berbeda dibandingkan kopi yang menggunakan banyak gula, sirup, krimer manis, atau berbagai macam topping.
Semakin banyak pemanis dan bahan tambahan yang digunakan, semakin tinggi pula jumlah gula serta kalori yang masuk ke tubuh.
Karena itu, persoalan utama bukan terletak pada penggunaan susu, melainkan pada jumlah gula dan bahan tambahan yang menyertainya. Kopi susu dengan komposisi sederhana masih dapat menjadi pilihan apabila dikonsumsi secara wajar.
Mana yang Lebih Baik?
Jika dilihat dari kandungan gula dan kalori tambahan, kopi hitam tanpa gula menjadi pilihan yang lebih mudah dikontrol. Minuman ini tidak memiliki tambahan pemanis sehingga asupan gula dari secangkir kopi dapat ditekan.
Baca Juga: Film Animasi Timun Mas Digarap Manual Tanpa Sentuhan AI
Namun, bukan berarti kopi susu harus sepenuhnya dihindari. Kopi susu yang dibuat menggunakan susu dengan sedikit gula atau tanpa tambahan sirup berlebihan juga dapat menjadi pilihan.
Dengan demikian, menentukan kopi yang lebih baik tidak hanya berdasarkan apakah kopi tersebut berwarna hitam atau menggunakan susu. Komposisi dan jumlah bahan tambahan justru menjadi hal yang lebih penting.
Sebagai contoh, kopi hitam tanpa gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan banyak pemanis. Frekuensi konsumsi juga perlu diperhatikan. Minum satu cangkir kopi sesekali tentunya berbeda dengan mengonsumsi minuman kopi manis beberapa kali dalam sehari.
Jangan Lupakan Jumlah Kafein
Baca Juga: Aksi Heroik Bittu Tabahi, Mahasiswa Asal India Bersihkan Sungai Ajnar Seorang Diri Setiap Sore
Selain memperhatikan gula dan kalori, jumlah kafein juga perlu menjadi pertimbangan. Bagi sebagian besar orang dewasa, konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya masih dianggap dalam batas yang tidak menimbulkan efek negatif.
Meski begitu, kemampuan tubuh dalam menerima kafein berbeda-beda. Ada orang yang tetap merasa nyaman setelah minum kopi, tetapi ada pula yang menjadi lebih mudah gelisah atau mengalami kesulitan tidur.
Waktu mengonsumsi kopi juga penting. Minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang lebih sulit untuk beristirahat karena efek kafein masih bertahan di dalam tubuh.
Sementara itu, konsumsi kafein pada anak dan remaja perlu mendapat perhatian lebih. Remaja berusia 12 hingga 18 tahun disarankan membatasi asupan kafein sekitar 100 miligram per hari. Oleh karena itu, kopi sebaiknya tidak dijadikan minuman rutin bagi remaja.
( FIBRIAN PUTRI HERAGUNG )
Sumber: Berbagi Sumber
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber