RADAR JOGJA - Es gabus dikenal luas sebagai jajanan jadul yang memiliki rasa manis, kemudian bertekstur lembut layaknya spons.
Es gabus ini legendaris dibuat dengan tepung kacang hijau, dengan berbahan dasar santan, tepung beras, tepung maizena, gula, dan pewarna alami.
Jajanan ini dibekukan dalam bentuk balok pipih dan dibungkus memakai plastik bening.
Ketika cuaca sedang panas di siang bolong, es gabus ini kerap dijadikan penyelamat.
Namun, tidak sedikit orang yang membuat es gabus dengan hasil yang kurang memuaskan, misalnya berair, mudah patah, dan kasar.
Kunci kelembutan tekstur es gabus ternyata ditentukan oleh suhu ketika memasak adonannya.
Rahasia ini dikuak oleh Executive Chef di Riva Grill & Terrace, Wyndham Casablanca Jakarta.
Angga Febrian pun membagikan tips membuat es gabus yang sukses tidak patah maupun berair.
Baca Juga: Wayne Rooney Berharap Harry Kane Bugar dan Bisa Tampil Maksimal di Piala Dunia 2026 untuk Inggris
Menurutnya, pembuatan adonan es gabus supaya matang sempurna harus berada di suhu sekitar 80 sampai 90 derajat Celcius.
Apabila proses pematangan adonan es dilakukan pada suhu di bawah 80 derajat Celcius, maka dikhawatirkan proses gelatinisasinya berlangsung tidak sempurna.
Keadaan ini akan mengakibatkan tekstur es gabus rapuh, encer, dan kusam.
Selain itu, apabila proses pematangan adonan es gabus dilakukan pada suhu di atas 90 derajat Celcius, maka dikhawatirkan santan akan pecah.
Alhasil, tekstur es gabus menjadi kasar dan warna menjadi pudar.
Ia menambahkan, untuk mengenali adonan es sudah matang atau belum itu bisa dilihat dari bentuk dan warnanya.
Caranya, apabila adonan es sudah matang maka adonan tersebut akan memunculkan gelembung-gelembung dan berubah warna menjadi mengkilap dan berat diaduk.
Permukaan yang mulai mengkilap tersebut menandakan bahwa es gabus sudah matang pada suhu yang tepat. (Ahmad Yinfa Cendikia)
Editor : Meitika Candra Lantiva