Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Resep Donat Enak, Berikut 4 Penyebab Donat Bantat dan Gampang Menyerap Minyak!

Magang Radar Jogja • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:15 WIB
Sajian donat enak.
Sajian donat enak.

RADAR JOGJA - Kadang-kadang suka kesal? Setiap kali membuat donat sendiri menjadi bantat dan berminyak.

Pasalnya, donat yang bantat terjadi tidak mesti karena kesalahan resepnya, melainkan terdapat pada kesalahan teknis memasaknya.

Membuat donat ternyata sangat “tricky”.

Banyak faktor yang membuat donat tersebut bisa matang sempurna atau tidak. Jadi tidak selalu murni kesalahan satu dan dua hal saja.

Misalnya saja, dari segi penyimpanan donat pun harus diperhatikan dan tidak boleh sembarangan. Begitu pula cara menggorengnya.

Kalau ditarik dari segi bahan-bahan, pemilihan jenis tepung dan ragi juga berpengaruh terhadap hasil donat yang sempurna.

Berikut 4 penyebab donat buatan Anda menjadi bantat dan gampang menyerap minyak.

Kesalahan memilih terigu

Terigu merupakan bahan utama dalam membuat donat.

Jenis-jenis terigu ditentukan berdasarkan protein yang terkandung di dalamnya.

Biasanya, di pasaran, Anda dapat dengan mudah menemui terigu dengan jenis protein sedang, protein rendah, hingga protein tinggi.

Penggunaan terigu dengan protein rendah hingga sedang berpotensi rawan membuat donat gagal mengembang sempurna.

Maka dari itu, solusi yang tepat adalah dengan menggunakan terigu protein tinggi untuk membuat adonan donat, supaya nantinya donat mengembang dengan sempurna.

Terigu protein tinggi akan membantu ragi mengembangkan adonan, sehingga ketika selesai dicetak donat akan mengembang dengan sempurna.

Selain itu, terigu dengan protein tinggi akan membentuk gluten yang kuat dan elastis.

Ragi tidak aktif

Ragi menjadi faktor penentu apakah nantinya donat mengembang atau malah bantat.

Biasanya, dalam membuat donat, ragi dicampurkan dengan air hangat untuk mengaktifkannya.

Jika ragi tidak berbuih selama maksimal 10 menit, maka itu tandanya ragi sudah mati.

Salah satu penyebab ragi tidak aktif adalah penyimpanannya pada ruangan terbuka.

Kemudian ragi yang tidak tertutup rapat apabila terkena angin luar akan mengakibatkan ragi tersebut kehilangan daya fermentasinya.

Maka dari itu, solusi yang ditawarkan adalah menyimpan ragi secara benar atau dengan menggunakan ragi kemasan baru setiap kali membuat donat.

Kesalahan memilih minyak dan mengatur suhu

Permasalahan pada donat bukan hanya bantat, tetapi juga donat gampang menyerap minyak.

Di balik permasalahan tersebut, ternyata salah satu alasannya adalah kesalahan penggunaan minyak goreng.

Selain itu, suhu yang digunakan pun juga mempengaruhi hasil donat.

Apabila suhu yang digunakan dalam penggorengan donat rendah, maka donat akan dengan mudah menyerap minyak.

Maka dari itu, solusinya adalah dengan menggunakan campuran minyak padat dan minyak cair.

Kemudian, terkait dengan suhu minyak, yang disarankan adalah berkisar 170-180 derajat celcius.

Untuk mendapatkan suhu yang tepat, Anda bisa menggunakan termometer secara berkala.

Sering membolak-balikan donat

Terakhir, sering membolak-balikan donat ternyata bisa membuat donat semakin menyerap minyak.

Terlebih apabila donat digoreng terlalu lama.

Oleh sebab itu, dalam menggoreng donat alangkah baiknya dibalik hanya satu kali.

Selain mengurangi resiko penyerapan minyak berlebih, langkah ini juga berguna untuk memunculkan lingkar putih pada donat. (Ahmad Yinfa Cendikia)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Penyebab Donat Bantat #resep donat #enak #donat