RADAR JOGJA - Warung Mie Ayam Pak Sarmintul di Bantul, Yogyakarta, menarik perhatian masyarakat melalui penyajian menu unik berupa mie ayam “one shot”.
Konsep ini menyajikan mie ayam dengan cara tak lazim, bukan dari mangkuk, melainkan dari gelas sloki super kecil.
Karena ukurannya mini dan bisa dimakan dalam satu kali hap, menu ini pun dijuluki mie ayam one shot.
Sekilas terlihat seperti main-main, tapi justru di situlah daya tariknya.
Dalam satu gelas sloki, pembeli tetap mendapatkan elemen lengkap mie ayam, mulai dari mie, bumbu, kuah, topping ayam dan sayur, hingga bawang goreng.
Keunikan mie ayam one shot ini ternyata bermula dari ide sederhana.
Pemilik warung, Veta Mandra, awalnya hanya ingin membuat konten di media sosial dengan menyajikan mie ayam dalam mangkuk mini.
Tak disangka, komentar warganet justru memunculkan ide baru.
Banyak yang menyebut sajian tersebut sebagai mie ayam “sekali teguk” atau one shot.
Dari situlah pemilik terpikir untuk benar-benar menyajikan mie ayam menggunakan gelas sloki, seperti minuman kecil yang langsung diminum habis.
Awalnya, menu ini sama sekali tidak direncanakan untuk dijual.
Namun karena banyak orang penasaran dan ingin mencoba langsung, mie ayam sloki akhirnya benar-benar hadir di warung.
Mie ayam one shot dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong, yaitu Rp 1.000 per gelas sloki.
Meski begitu, menu ini bukan pengganti mie ayam utama, melainkan lebih sebagai pelengkap dan hiburan bagi pelanggan.
Menu utama mie ayam Pak Sarmintul tetap disajikan normal dengan harga sekitar Rp 10.000 per mangkuk.
Sementara versi sloki lebih menonjolkan pengalaman unik saat makan, bukan soal porsi.
Warung Mie Ayam Pak Sarmintul sendiri memiliki dua lokasi utama di Bantul, yakni di depan Stadion Sultan Agung dan di Pleret.
Warung ini dikenal dengan slogan uniknya,“Mie ayamnya Bantul, bikin terkintul-kintul”, yang semakin menguatkan kesan santai dan dekat dengan anak muda.
Mie Ayam Pak Sarmintul juga menawarkan keunikan lain.
Tak hanya mangkal di warung, Mie Ayam Pak Sarmintul kerap hadir lewat konsep pop-up di berbagai kafe.
Mereka menggunakan mobil mini bernama “Sarmobile”, sehingga bisa berjualan secara berpindah-pindah.
Beberapa kolaborasi pernah dilakukan, seperti di Cafe Satarupa Kotabaru.
Terbaru, pada 9 Januari 2026, mie ayam Pak Sarmintul hadir lewat pop-up di Maige Coffee Bar and Roastery, Mantrijeron, Yogyakarta.
Inovasi Warung Pak Sarmintul menunjukkan potensi interaksi digital dalam mengembangkan tren kuliner lokal, khususnya di kalangan generasi muda yang aktif di media sosial.
Keunikan ini juga menjadikan warung kecil di Bantul mampu mencuri perhatian publik yang lebih luas. (Alya Ruhadatul Nabilah Aisy)
Editor : Meitika Candra Lantiva