Para pengunjung Sate Klatak Pak Jede saat menikmati kelezatan sate klatak.
SLEMAN - Kuliner khas Jogjakarta tampaknya masih menjadi primadona dan magnet utama bagi para pelancong di momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Salah satu kuliner yang kini tengah diserbu wisatawan adalah sate klathak. Namun kali ini lokasinya bukan di wilayah Bantul. Melainkan di kawasan Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman. Tepatnya di Sate Klathak Pak Jede.
Pantauan Radar Jogja, antrean wisatawan terus memadati area warung sejak jam makan siang. Keunikan cara memasak dan cita rasa yang otentik menjadi alasan utama warung sate klathak ini tak pernah sepi pengunjung.
Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Klathak Pak Jede mempertahankan tradisi memasak menggunakan jeruji besi sepeda. Teknik itu pun juga bukan tanpa alasan, penggunaan besi dimaksudkan agar panas api merambat sempurna ke bagian dalam daging. Sehingga daging kambing bisa matang secara merata hingga ke serat terdalam tanpa membuatnya hangus di luar.
Selain teknik memasak, kesegaran bahan baku menjadi kunci. Kuah dan bumbu-bumbu yang digunakan diklaim menggunakan bahan alami pilihan tanpa pengawet, menghasilkan rasa gurih yang bersih dan tidak prengus.
Head Outlet Sate Klathak Jede Nologaten, Mmhammad Reza mengungkapkan lonjakan pengunjung sudah terasa sejak dimulainya cuti bersama Natal. Kenaikan jumlah kunjungan itu juga diprediksi akan terus meningkat hingga puncaknya menjelang malam pergantian tahun baru nanti.
Tak tanggung-tanggung, Reza juga menyebutkan bahwa peminat Sate Klathak Pak Jede di momen Nataru tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat dibanding hari biasanya.
"Peningkatan saat Nataru ini cukup signifikan. Kalau hari biasa (weekday) kami stok sekitar lima sampai tujuh ekor kambing. Tapi selama high season liburan ini, bisa habis 10 sampai 15 ekor sehari," ucapnya Selasa (30/12) siang.
Tidak hanya sate klathak yang menjadi primadona, warung ini juga menawarkan beragam menu andalan lainnya yang tak kalah menggoda, di antaranya tengkleng yang kaya rempah, sate hotplate, bakmi lethek goreng dan bakmie godog khas Jogjakarta.
Di tengah gempuran pengunjung, menu sate klathak tetap menjadi best seller pengunjung dari luar DIY. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga dari luar pulau seperti Makassar, Manado, dan Sumatera. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 35 ribu per porsinya.
Salah satu pengunjung asal Jakarta Tirza Axelia mengaku sengaja datang jauh-jauh demi mencicipi kelezatan sate klathak ini. Menurutnya, rasa gurih dari daging kambing muda yang dipadukan dengan bumbu minimalis namun meresap menjadi daya tarik tersendiri.
"Teksturnya juga empuk, beda dengan sate-sate lainnya," tuturnya. (ayu)