Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bisa Pilih hingga Sepuluh Rasa Sesuai Selera, Mochi Dadakan Jadi Tren Baru Jajanan Kekinian

Delima Purnamasari • Sabtu, 8 November 2025 | 14:00 WIB
Mochi dadakan Udon
Mochi dadakan Udon

SLEMAN - Bisnis kuliner kian menggeliat dengan beragam kreasi dan inovasi. Salah satunya hadir melalui mochi dadakan, merupakan sajian unik yang memungkinkan pembeli bebas memilih sendiri pilihan rasa, topping, hingga ukuran sesuai selera.

Salah satu pelaku usaha mochi dadakan adalah Dimas Ramadhan, pemilik merek Udon’s Cake.

Ia menjelaskan, usahanya menghadirkan hingga sepuluh varian rasa mochi yang bisa dipilih langsung oleh konsumen.

Terdiri dari enam jenis krim yakni tiramisu, blueberry, strawberry, red velvet, lotus, dan oreo. Selain itu, empat varian pasta, yakni cokelat, matcha, red bean, dan taro.

"Untuk harganya mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu tergantung ukurannya," terangnya dihubungi, Jumat (7/11/2025).

Tidak hanya itu, para konsumen juga diberi kebebasan untuk memilih berbagai topping tambahan dengan menambah Rp 2 ribu saja.

Ada berbagai buah-buahan, seperti mangga dan anggur. Hingga topping manis, seperti marshmallow dan choco ball.

Para penikmat mochi ini juga disuguhkan dengan berbagai powder untuk taburan di lapis luaran mochi. Di antaranya, cocoa, kacang, red velvet crumbs, dan oreo crumbs.

"Powder ini biar enggak lengket dan biar orang enggak bosen. Biasanya dulu tepung putih aja kalau sekarang ada inovasinya," tambah Dimas.

Baca Juga: Duo Bek PSIM Jogja Antusias Hadapi Panasnya Derby Mataram di Stadion Manahan Solo

Di sini konsumen diberi kebebasan untuk berkreasi memilih rasa yang diinginkan. Termasuk memadukan dua atau tiga rasa sekaligus. Nantinya penjual yang akan membuatkannya.

Dimas bercerita, ide usahanya ini terinspirasi dari China yang disebut sebagai asal makanan ini. Di sisi lain, dia menilai usaha ini lebih menguntungkan dibanding menjual mochi biasa.

"Dulu jual mochi biasa itu kalau enggak habis ya sudah kebuang semua bahannya. Apalagi kalau cuaca hujan karena kami jualannya outdoor," tambahnya.

Baca Juga: Tertipu, Warga Kebumen Geruduk Kantor Investasi Bodong NW Sport

Adonan maupun isian dari mochi yang dijual Udon's Cake dia sebut semua buatan sendiri.

Menurutnya, untuk adonan mirip dengan mochi biasa yang berasal dari tepung ketan dan gula.

Hanya beda takaran untuk membuat tekstur yang lebih lentur dan mudah dibentuk.

"Peralatan maupun gerobaknya juga mesti dimodifikasi sendiri buat ada lubang-lubangnya. Termasuk buat tempat nyimpan adonan biar tetap hangat," tambahnya.

Baca Juga: Kalah Pamor dengan Wisata Buatan Kekinian: Kunjungan Gua Selarong Bantul Kini Sepi, Pengelola Sebut Butuh Pengembangan

Dimas bercerita, modal yang diperlukan untuk jualan mochi dadakan ini sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta.

Sementara untuk omzet yang didapat bisa Rp 2 sampai Rp 3 juta. Baginya, salah satu kunci penting penjualan adalah promosi di media sosial.

Udon's Cake sendiri aktif membuat berbagai konten di TikTok dan Instagram.

"Ini karena target pasarnya anak muda 13 sampai 24 tahun yang main sosmed. Mereka ngikutin tren jadi tahu dan beli," katanya. (del/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tren #lifestyle #blueberry #Bisnis kuliner #jajanan kekinian #custom #red velvet #Mochi #oreo