KEBUMEN - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen terus mengenalkan kepada masyarakat terkait konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Gerakan ini dilakukan untuk menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi makanan sehat sejak dini.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menekankan pentingnya masyarakat sejak dini peduli terhadap pola konsumsi makanan B2SA. Menurutnya gerakan pangan ini cukup penting untuk memastikan kandungan gizi yang terserap dalam tubuh.
"Hari ini kita bisa senam bersama. Setelah ini kita belajar bagaimana mengonsumsi makanan B2SA," ucapnya saat sosialisasi B2SA di Alun-alun Pancasila Kebumen, Kamis (23/10).
Kegiatan tersebut diikuti antusias para pelajar dari berbagai sekolah, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Selain diberi pemahaman, para pelajar juga diminta untuk menikmati menu makanan B2SA seperti telur rebus, pisang, kacang rebus dan getuk. "Mari biasakan konsumsi pangan lokal. Dukung petani dan pelaku usaha daerah," jelasnya.
Setelah di alun-alun, Bupati Lilis Nuryani melanjutkan kegiatan penyerahan simbolis bantuan pangan dalam rangka Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP) Tahun 2025.
Pada kesempatan ini diberikan bantuan paket sembako non tunai ditujukan kepada 2.400 warga di delapan desa yang tersebar di dua kecamatan, yakni Rowokele dan Sempor. Bantuan ini merupakan alokasi dari Badan Oangan Nasional (Bapanas).
Selain itu bantuan juga diberikan berupa jagung 7,8 ton untuk 104 peternak ayam petelur. Masing-masing peternak menerima 75 kilogram. Lalu bantuan kedelai sebanyak 6,5 ton untuk 130 pengrajin tahu dan tempe, masing-masing menerima 50 kilogram.
"Kegiatan ini dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia. Total ada sembilan acara selama dua hari," ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadistapang) Kebumen Teguh Yuliono. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo