RADAR JOGJA - Gethuk goreng merupakan makanan legendaris dari daerah Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah.
Makanan ini terbuat dari ubi singkong dan memiliki rasa yang manis legit.
Gethuk Goreng berasal dari cerita yang berkembang di masyarakat Sokaraja yang tersebar dari mulut ke mulut.
Gethuk Goreng ada sebelum tahun 1920an, pada waktu itu ada kakak beradik bernama Kartadikrama dan Sanpirngad mereka berjualan nasi rames.
Sebagai hidangan sampingan mereka menyediakan Gethuk singkong biasa atau dikenal dengan gethuk basah.
Sanpirngad setiap pagi berkeliling menjual nasi rames dan membawa Gethuk singkong basah.
Gethuk singkong basah terkadang tidak habis terjual, maka ia memiliki ide untuk menggorengnya, dan jadilah Gethuk goreng yang ternyata disukai oleh banyak orang.
Usaha Gethuk goreng Sanpirngad sekarang dilanjutkan oleh menantunya H Tohirin hingga sampai sekarang, sehingga diberi nama Ghetuk Goreng Asli H Tohirin.
Sedangkan yang meneruskan Gethuk Kartadikrama adalah Sri Sugiati yang memproduksi Gethuk goreng dengan diberi nama Gethuk Goreng Ngandhap Asem.
Gethuk goreng memiliki cita rasa manis legit yang berasal dari campuran gula jawa.
Seiring perkembangan zaman dan selera masyarakat yang semakin beragam, inovasi pun dilakukan oleh para pembuat getuk goreng.
Kini, getuk goreng hadir dengan berbagai varian rasa menarik seperti cokelat, nangka, durian, pandan, hingga keju.
Aroma gula merah yang harum dan tekstur lembut singkong menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang menyukainya.
Fungsi dari Gethuk ini adalah sebagai makanan pendamping atau makanan kecil (camilan).
Gethuk goreng menjadi ikon daerah Sokaraja, Banyumas juga memiliki fungsi ekonomi, yaitu menjadi sumber pendapatan masyarakat. (Priskila)
Editor : Meitika Candra Lantiva