Produk olahan berbahan dasar belut ini tidak hanya menawarkan cita rasa gurih dan renyah, tetapi juga memiliki nilai gizi tinggi.
Salah satu sentra produksi keripik belut berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di daerah ini terus berinovasi, baik dari segi rasa maupun kemasan, agar produk mereka mampu bersaing di pasar nasional.
Menurut salah satu pengusaha keripik belut, inovasi rasa seperti pedas manis dan balado menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen muda.
Selain itu, pemasaran melalui media sosial turut meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa pelatihan manajemen usaha dan bantuan alat produksi agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas serta kapasitas produksi.
Dengan cita rasa khas dan potensi ekonomi yang menjanjikan, keripik belut kini tidak hanya menjadi oleh-oleh khas daerah, tetapi juga simbol kreativitas kuliner lokal yang mampu bersaing di pasar modern.
Penulis: Ni Made Shinta Apriliayani