Salah satu kawasan yang selalu ramai adalah sekitar Gedung Pusat UGM (GSP).
Di area ini, deretan kuliner malam tersaji dengan beragam pilihan.
Dari masakan khas nusantara, ramen ala Jepang, hingga steak bergaya Barat, semua bisa dinikmati dengan harga yang bersahabat.
Tak heran, kawasan ini jadi jujugan mahasiswa maupun warga sekitar untuk mengisi perut sembari menikmati suasana malam Jogja.
1. Ramen Hangat Bikin Betah
Bagi pecinta masakan Jepang, Ginsoba Ramen bisa jadi pilihan utama. Kuah kaldunya gurih berpadu mie kenyal, ditambah topping melimpah yang membuat semangkuk ramen terasa hangat di malam hari. Cocok disantap selepas aktivitas kampus atau nongkrong bersama teman.
2. Sate dengan Nama Unik
Tak jauh dari sana, aroma sate menggoda berasal dari Satay Machan. Meski namanya nyentrik, rasanya benar-benar khas. Potongan daging yang empuk dibakar dengan bumbu meresap sempurna, ditemani sambal pedas yang bikin nagih.
3. Lesehan Sederhana Ala Sunda
Bagi yang ingin suasana lebih santai, Lesehan Tasikmalaya menawarkan pengalaman makan lesehan khas kaki lima.
Aneka menu masakan Sunda, seperti ayam goreng, sayur asem, dan sambal terasi, disajikan dengan harga ramah di kantong mahasiswa. Suasananya pas untuk kumpul ramai-ramai sambil menikmati udara malam yang sejuk.
4. Nasi Telor Pedas Bikin Keringat
Di sisi lain, ada menu sederhana tapi selalu jadi primadona mahasiswa yaitu Nasi Telor Wareq Penyetan Lombok Ijo.
Telur goreng hangat berpadu dengan cabai hijau pedas yang langsung bikin keringat bercucuran harganya murah meriah cocok untuk kaum low budget.
5. Steak Murah Meriah
Bagi penikmat hidangan Western, Hawkers Steak bisa jadi alternatif. Meski dikemas ala street food, rasanya tidak kalah dengan restoran.
Potongan daging yang empuk dipadukan dengan saus spesial, dan harganya tetap bersahabat untuk kantong anak muda. Tak heran, tempat ini hampir selalu dipenuhi pengunjung.
Deretan kuliner malam di sekitar GSP UGM ini seolah mencerminkan karakter Jogja sendiri: hangat, sederhana, tapi selalu memberi kesan mendalam. Tak hanya jadi tempat mengisi perut, kawasan ini juga jadi ruang pertemuan, persahabatan, hingga cerita-cerita malam yang tak pernah sepi.
Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh